Jambret Kembali Beraksi di Pati

  • Whatsapp

ilustrasi-jambretKudus, Jowonews.com– Sulastri (50) warga Desa Jambean Kidul RT 03/ RW 01, Kecamatan Margorejo, Pati menjadi korban penjambretan hingga akhirnya terjatuh dari kendaraan dan harus dirawat di rumah sakit.

Keterangan yang dihimpun dilokasi kejadian menyebutkan, pagi itu sekira pukul 09.30 WIB, Sulastri hendak ke Pasar Jekulo Baru mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit nomor polisi K 2174 GH seorang diri. Seperti kebiasaan sebelumnya, setiap pergi dia selalu mengenakan kalung emas, bahkan sampai dua untai.

Bacaan Lainnya

Selama dalam perjalanan, ibu ini tidak menyadari ada kendaraan lain ditunggangi dua laki-laki membuntutinya. Ketika perjalanannya sampai di areal persawahan Desa Sidomulyo, Kecamatan Jekulo Kudus, motor yang diindentifikasi jenis bebek ini mendahului dari sebelah kanan.

”Ketika sepeda motor pelaku berada disamping motor ibu saya, lelaki yang dibonceng tiba-tiba menarik kalung yang dipakai ibu seharga Rp 10 juta dan setelah berhasil mendapatkannya lalu melaju kencang,” tutur anak korban, Karsono (35) ditemui saat mendampingi ibunya berobat di Puskesmas Jekulo.

Karena kaget dan motor ibunya kesenggol motor pelaku, lanjutnya, korban tidak mampu mengendalikan kendaraannya dengan baik hingga akhirnya terjatuh. Akibatnya, ibunya mengalami luka dibagian pelipis kanan dan harus menjalani lima jahitan.

Terpisah Kapolsek Jekulo AKP Mardi Susanto dihubungi melalui telepon membenarkan adanya informasi tersebut. Hanya saja, korban belum melaporkan kejadian itu sehingga pihaknya tidak bisa memberikan keterangan.

”Informasinya memang seperti itu, tetapi korban belum melapor dan anggota yang kita terjunkan belum mendapatkan keterangan apapun karena kejadiannya di jalan yang kanan kirinya persawahan,” terangnya.

Ditambahkan, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kejahatan jalanan seperti itu, pihaknya meningkatkan volume patroli menelusuri jalanan di wilayah Kecamatan Jekulo. Dan, untuk menghindari terjadinya korban kejahatan, masyarakat dihimbau tidak mengenakan perhiasan mencolok.

”Selain itu, pada malam hari masyarakat kita himbau tidak berkendara seorang diri melewati daerah sepi dan gelap. Kalau ada sesuatu yang mencurigakan, secepatnya dilaporkan ke Polsek terdekat atau kepada petugas yang sedang patrol,” pungkasnya. (JN04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *