Tentang Oknum Pemotong Bansos/Hibah, Ganjar: Tangkap Wae, Mas!

  • Whatsapp

Ilustrasi

SEMARANG, Jowonews.com – Dugaan banyaknya pemotongan dana bantuan sosial (Bansos) dan hibah dari Pemprov Jateng oleh broker membuat gerah Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Gubernur secara tegas supaya pelakunya dibuka dan dilaporkan kepada penegak hukum.

Bacaan Lainnya

“Sudah, yang motong itu sebutkan namanya dan laporkan ke kepolisian,”tegas Gubernur dengan nada tinggi, kemarin.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur usai sosialisasi bantuan keuangan (Bankeu) dari provinsi kepada pemerintah desa (Pemdes) se-Jateng, di Gedung Gradhika Bakti Praja, kompleks kantor gubernuran.

“Siapa yang motong?,”tanya Ganjar kepada wartawan. “Kalau di Sragen diduga anggota dewan PKB, sedangkan di Wonogiri dilakukan broker dan hibahnya adalah aspirasi dari PDIP,”jawab wartawan.

“Wis rapopo (bahasa Jawa, sudah tidak apa-apa,red). Tangkap wae mas (Tangkap saja,red),”tegasnya.

Ganjar bahkan minta supaya nama-nama yang melakukan pemotongan dibuka. Kalau pelaku pemotongan adalah pejabat negara, Ganjar minta dikaporkan ke kejaksaan atau dilaporkan ke KPK.

Langkah pelaporan itu biar ada efek jeranya. “Saya kadang-kadang juga gemes. Jangan sampai kejadian DKI menular ke Jawa Tengan. Bahaya itu,”tukasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada tahun 2014 dugaan banyak terjadi pemotongan bansos dan hibah kepada masyarakat, yang bersumber dari APBD Jateng 2014.

Diantaranya adalah pemotongan dana hibah bidang pendidikan keagamaan tahun 2014 untuk 16 MI Muhamadiyah di Kabupaten Wonogiri. Pemotongan mencapai 40% dari total bantuan itu diduga dilakukan oknum partai pemenang pemilu 2014, melalui broker bernama Harwan Widodo, orang Wonogiri.

Ke-16 titik hibah pendidikan keagamaan yang mendapat bantuan dan dipotong sampai 40 persen itu kesemuanya adalah MI Muhamadiyah. Sesuai proposal yang diajukan, bantuan dari provinsi itu akan digunakan untuk pembelian tekhnologi informasi komputer (TIK).

Total keseluruhan bantuan hibah pendidikan bidang keagamaan untuk 16 MI Muhamadiyah adalah Rp 290.000.000,00. Kalau potongannya 40 persen, maka total potongannya adalah Rp 116.000.000,00. Sehingga yang sampai ke 16 lembaga pendidikan keagamaan MI Muhamadiyah hanya Rp 174.000.000,00.

Salah seorang guru di MI Muhamadiyah Eromoko, Rusdiyana saat dikonfirmasi membenarkan kalau MI-nya bersama kurang lebih 14 MI yang lain di Wonogiri mendapat bantuan dari APBD Provinsi Jawa Tengah untuk TIK

Sementara di Sragen, 20 titik bansos ternak juga dipotong 70% lebih, yang diduga dilakukan anggota dewan PKB. Dari Rp 45 juta bantuan yang diterima masing-masing kelompok, ternyata yang diberikan ke kelompok ternak hanya Rp 10 juta. Sisanya Rp 35 juta masuk kantong anggota dewan yang diduga sebagai brokernya.(JN01)

Data Bansos/Hibah diduga Dipotong

1.Kabupaten Sragen;
-Dana APBD Jateng 2014
– 20 titi bansos untuk pertanian dan peternakan di wilayah Gemolong, Sragen.
– Diduga disunat oknum anggota dewan dari PKB Sragen.
– Satu kelompok peternak Patriot Dusun Kemiri, Desa Purworejo, Gemolong dapat Rp 45 Juta, dipotong Rp 35 Juta.
– Kelompok peternak terpaksa kembali urunan untuk bisa membeli dua ekor sapi.

2.Kabupaten Wonogiri
-APBD Jateng 2014
-Aspirasi PDIP
– 16 MI Muhamadiyah total dapat hibah Rp 290 Juta
-Masing-masing MI Muhamadiyah dipotong 40%.
– Total potongan (Rp 116 juta)
-Broker Harwan Widodo orang Wonogiri
-Dikumpulkan di Masjid Wonogiri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *