Kualitas Raskin di kendal Jelek

  • Whatsapp

Kendal, Jowonews.com –  Kualitas beras miskin (Raskin) di Kabupaten Kendal yang sudah disalurkan kepada warga tidak mampu sangat jelek. Warga penerima mengeluhkan kualitas beras itu karena kondisi beras pecah dan banyak terdapat bleduk (kotor). Keluhan itu terjadi saat pembagian Raskin di Desa Plantaran, Kecamatan Kaliwungu Selatan.

Petugas pendistribusian Raskin Desa Plantaran, Ahmad Kamin, disela-sela penditribusian Raskin di balai desa setempat, tadi pagi membenarkan. Menurut Kamin pada pendistribusian bulan ini ada 551 sak raskin yang dibagikan. Setiap sak Raskin berukuran 15 kilogram.

Bacaan Lainnya

“Setiap warga miskin akan menerima 1 sak raskin seberat 15 kilogram, dengan membayar Rp24 ribu,” ujar Kamin, Kamis (5/3/2015).

Satu kilogram harganya Rp 1.600. Namun, kualitas berasnya jelek dan banyak dikeluhkan warga penerima. .
Ahmad Kamin menjelaskan, kualitas sebanyak 551 sak raskin yang diterima dari Bulog sekarang ini, tak jauh beda dengan 2014 silam, yakni kualitsnya jelek dengan kondisi beras pecah-pecah, agak hitam dan banyak bledugnya.

Dengan jeleknya kualitas Raskin yang diterimanya tersebut, pihak desa tidak bisa berbuat banyak untuk mengembalikanya ke Bulog selaku distributor raskin tersebut. Jika dikembalikan ke Bulog dia tidak beras pengganti kualitasnya bagus karena masih satu gudang penyimpanan.

Tahun lalu pihaknya pernah mengembalikan beras jelek ke Bulog. Namun beras pengganti kualitasnya tetap jelek sehingga pihak desa enggan mengembalikan lagi ke gudang Bulog. “Ya sekarang walau kualitasnya jelek tetap kami bagikan kepada warga tidak mampu,” ujar Kamin.

Kaur Kesra Desa Plantaran, Saiful mengatakan, kualitas raskin yang diterima Desa Plantaran jelek. Meski kualitasnya jelek namun sebanyak 551 sak raskin dari Bulog itu tetap disalurkan kepada warga miskin melalui RT masing-masing. Menurutnya, saat ini harga beras masih relatif mahal, meskipun sempat turun harganya beberapa hari lalu.

Namun, dengan penyaluran Raskin ini, dapat membantu mengurangi beban bagi warga miskin di desanya.
“Penyaluran Raskin di bulan Maret ini dilakukan lebih awal, yakni tanggal 5. Ini beda dengan penyaluran Raskin di bulan Januari yang dilakukan tanggal 7 dan Februari pada tanggal 10,” ujar Saiful. (JN09)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *