Empat Juta Warga Jateng Belum Memiliki KTP-e

  • Whatsapp
image
Ilustrasi

SEMARANG, Jowonews.com – Sebanyak empat juta warga di Jateng belum memiliki KTP elektronik demikian disampaikan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi, dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jawa Tengah.

Kepala Disnakertransduk Jawa Tengah (Jateng), Wik Bintang, menyatakan pencapaian program kartu tanda penduduk elektronik (KTP-e) masih mencapai 80%.

Bacaan Lainnya

“Masih kurang 20 persen atau sekitar empat juta warga yang belum memiliki KTP-e,” katanya kepada wartawan di Kantor Disnakertransduk Jateng Jl. Pahlawan, Kota Semarang, Jumat (6/3).

Wika menyebutkan dari sebanyak 26 juta warga Jateng yang wajib memiliki KTP-e, sampai sekarang baru terlayani sebanyak 22 juta warga.

Daerah pencapaian KTP-e yang masih rendah, menurut dia, yakni Kabupaten Pemalang dan Kebupaten Tegal masih di bawah 80%. “Dari 35 kota/kabupaten di Jateng, tercatat Kebupaten Tegal dan Pemalang paling rendah yakni di bawah 80 persen, sedang 33 daerah lainnya sudah mencapai 80 persen ke atas,” bebernya tanpa menyebutkan angkanya.

Dia mengimbau kepada masyarakat yang belum memiliki KTP-e segera mengurusnya di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di daerah masing-masing.
Pasalnya, kata Wika, KTP non-elektronik secara resmi mulai 1 Januari 2015 sudah tidak berlaku lagi untuk persyaratan dokumen kependudukan.

“Masyarakat yang belum memiliki KTP-e supaya segera mengurusnya ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat,” tandasnya.

Pengadaan KTP-e di Jateng, lanjut Wika semestinya harus sudah rampung pada 2014, tapi karena adanya berbagai kendala sehingga belum bisa tuntas.
Kendala yang dihadapi antara lain, masih banyak warga penyandang masalah sosial belum terdata, ketersediaan kertas blanko KTP-e terbatas, serta beberapa alat untuk mencetak KTP-e di kabupaten/kota banyak yang rusak.

“Untuk data warga penyandang masalah sosial akan dilakukan validitasi oleh Dinas Sosial yang menerjunkan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), sedang untuk blanko pada 2015 sudah dipenuhi Kementerian Dalam Negeri,” papar Wika.

Di tempat terpisah, anggota Komisi A DPRD Jateng, Sriyanto Saputro mengatakan “Kami berharap Maret-April program KTP-e di Jateng sudah bisa tuntas, sehingga data bisa digunakan dalam pilkada, terutama terkait jumlah dukungan bagi calon perorangan,” harapnya.
Sriyanto mendesak Disnakertransduk Jateng segera menyelesaikan program KTP-e.
Hal ini, sambung dia untuk mengetahui secara riil jumlah data penduduk di daerah, karena berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak akhir 2015.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *