Gedong Kuning, Bangunan Bersejarah Yang Mangkrak

  • Whatsapp

gedongUNGARAN, Jowonews.com – Kondisi bangunan cagar budaya di Kabupaten Semarang memprihatinkan. Seperti bangunan Gedong Kuning di Jl.Gatot Subroto Ungaran yang saat ini atapnya telah roboh. Para penggiat budaya mendorong pemerintah supaya peduli bangunan cagar budaya, supaya agar sejarah Indonesia tidak luntur.

Ketua Paguyuban Peduli Cagar Budaya Ratu Sima (PPCBRS) Kabupaten Semarang, Sutikno minta pada pemerintah untuk segera turun tangan menyelamatkan aset peninggalan sejarah di Kabupaten Semarang. Salah satunya adalah  Gedong Kuning.

Bacaan Lainnya

“Semestinya pemeritah peduli dengan bangunan Gedong Kuning. Jangan sampai roboh atau dirobohkan karena justru akan menjadi perkara,” ujar Sutikno saat ditemui di Ungaran, Jumat (6/3).

Berdasarkan catatan Sutikno, Gedong Kuning ini dulunya pernah menjadi gudang persenjataan Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Yaitu pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. “Semestinya jangan sampai rusak dan harus dapat dipertahankan. Justru yang perlu diwaspadai gedung ini jangan sampai beralih tangan yang kemudian mengubah nilai sejarah,” katanya.

Gedung  yang mirip bangunan rumah jaman penjajahan Belanda ini, seluruh bagian permukaannya berwarna kuning. Maka disebut masyarakat Ungaran sebagai Gedong Kuning.

Motif kepala singa di beberapa sudut bangunan seakan menunjukkan bahwa bangunan ini dahulu adalah bangunan elit pada masanya. Jika melihat bangunan ini dari sisi selatan, kita akan mendapati sebuah tulisan “1916-ENDE_DESESPEREERT_NIMMER_1919, yang terbuat dari bahan keramik menempel didinding sejaajar dengan balkon timur dan balkon barat.

Arsitektur lainnya yang khas adalah adanya tiga buah balkon utama yang terletak dilantai dua. Dua balkon berbentuk kotak persegi disebelah timur dan barat, serta balkon lengkung di bagian utara.

Jika dibayangkan, dengan tiga balkon itu kita bisa leluasa memandang alam, yakni sebelah timur bukit cemoro sewu. Sebelah barat gunung ungaran dan sebelah utara adalah Kota Semarang. Sepertinya dahulu balkon ini untuk melihat hamparan kebun pala yang luas di sekitaran Gedong Kuning.

Selain itu Gedong Kuning ini rupanya juga banyak menyimpan kenangan dalam perfilman Indonesia. Sekitar tahun 1970, gedung ini pernah dijadikan lokasi film horor yang dibintangi oleh artis Farida Pasha.

Seperti diungkapkan oleh Budiono warga Ungaran, lokasi syuting film horor ini dulunya menggunakan setting seluruh gedong kuning, dari halaman gedung, balkon gedung, hingga bagian dalam tangga gedong kuning.

“Sangat disayangkan jika bangunan Gedong Kuning ini saat ini kondisinya sudah parah. Dulu hampir seluruh bagian gedung digunakan untuk syuting. Tapi sekarang balkonnya sudah bocor dan tidak terawat,” ujar Budiono.

Saat ini bangunan ini tidak dihuni, hanya ribuan kelelawar yang menghuni bangunan cagar budaya ini. Aroma sekitar gedung pun terasa tidak enak di hidung, bau pesing karena banyak kotoran kelelawar.

“Mengapa bangunan ini justru rusak, apa tidak pernah dipikirkan untuk perawatan. Perlu diinginat bangunan ini banyak sejarah, dan masuk benda cagar budaya,” tandas Budiono.

Tidak terawatnya bangunan ini dimungkinkan karena adanya sengketa anatara TNI AD dan PT KAI. Sementara di depan Gedong Kuning ada papan berutliskan milik PT KAI, namun sekitar lokasi dihuni prajurit TNI AD.

Secara terpisah, Humas PT KAI Soeprapto mengakui kebradaan Gedong Kuning masih sengketa antara PT KAI dan TNI AD. Akibatnya upaya revitalisasi bangunan ini urung dilakukan PT KAI. “Selah kita cek di bagian Haritage (PT KAI), status kepemilikan masih tarik ulur. Sehingga kami belum bisa memperbaiki bagunan ini,” ungkap Soeprapto. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *