Solo dan Sukoharjo Gagal Konfercab PDIP

  • Whatsapp
PDIP
PDIP
PDIP
PDIP

SEMARANG, Jowonews.com – Sebanyak 33 dari 35 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP melaksanakan Konferensi Anak Cabang (Konfercab) di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP di Panti Marhaens. Dua DPC absen dan terpaksa menyusul melaksanakan Konfercab. Meski diberi kesempatan menyusul, kedua DPC yang belum melakukan Konfercab di deadline sebelum 14 Maret.

Ketua DPD PDIP Jateng Heru Sudjatmoko mengatakan, dua DPC yang belum memenuhi syarat Konfercab yakni DPC Kota Solo yang sementara masih diketuai oleh FX Rudyatmoko, dan DPC Sukoharjo yang dipimpim Wardoyo Wijaya. Kedua DPC tersebut diwajibkan bisa menyelesaikan Musyawarah Anak Cabang (Munascab) agar bisa melakukan Konfercab.

Bacaan Lainnya

“Di Solo, itu ada lima PAC (Pengurus Anak Cabang) yang harus melakukan Munascab, namun baru tiga yang selesai. Dua PAC lainnya melaksanakan hari ini (kemarin-red). Kalau tidak bisa serentak Konfercab malam ini (kemarin-red) juga, maka akan menyusul seperti Sukoharjo. Karena, sukoharjo itu Ketua DPC-nya yang juga Bupati sedang umroh,” terang Wakil Gubernur Jateng itu, Sabtu (7/3).

Meski keduanya menyusul, kata mantan Sekda Kudus itu, teknis pelaksanaan bisa dilakukan sama dengan para DPC yang baru saja melaksanakan Konfercab. Kedua DPC tersebut diharapkan sudah menyelesaikan Konfercab sebelum 14 Maret lantaran Konferensi Daerah (Konferda) tingkat DPD baru bisa dilaksanakan jika Konfercab sudah selesai semua.

Mantan Bupati Purbalingga itu menjelaskan, dari 33 DPC baru separuhnya yang sudah melakukan Konferda yang dipimpin DPP. Ia juga mengklaim selama konsolidasi tak ada DPC yang mengalami dead lock lantaran sistim musyawarah mufakat menjadi pilihan utama.

Ketua Bidang Organisasi Kepartaian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Djarot Saiful Hidayat menambahkan, mekanisme konsolidasi dipilih sebagai upaya transisi menuju partai modern. Dalam memberikan rekomendasinya, DPP mengutamakan tiga aspek untuk memilih calon Ketua DPC yang berkompeten.

“Melalui mekanisme konsolidasi dengan SK (Surat Keputusan) 066/067, dar hasil itu disaring, mekanisme meliputi tiga aspek yakni tes tertulis, psikotes dan wawancara, dan track record. Diambil tiga terbaik lalu kembali ke Konfercab untuk dimufakatkan,” terang Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Rekomendasi yang juga dibuka oleh DPP itu, lanjut Djarot, meminimalisir konflik yang terjadi dalam DPC. Sistim baru tersebut diklaim tak ada lagi praktik permainan uang dalam mencari dukungan. “Ini se-Indonesia,” tegasnya.

Enam petugas dari DPP yang memimpin jalannya sidang yakni Djarot sendiri, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, Lusirwan, Ericus, Juliari Batu Bara, dan Heri Sanawi. Hingga pukul 20.00 WIB, baru ada 20 DPC yang selesai melaksanakan Konfercab. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *