Hendi Kesal Trans Studio Diprotes

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com  Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyesalkan aksi protes dan penolakan dari beberapa pihak terkait rencana pembangunan Trans Studio di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) dan Wonderia. Apalagi sejumlah oknum tidak hanya mengkritik, tapi memberikan hujatan melalui media jejaring social.

Menurut wali kota yang disapa Hendi ini, pesan melalui media social (medsos) twitter miliknya setelah pelaksanaan MoU (memorandum of understanding) pembangunan Trans Studio bermunculan. Banyak kalangan yang berbicara terlalu jauh dan berprediksi buruk ke depan terhadap pembangunan ini.

Bacaan Lainnya

‘’Padahal MoU yang dilaksanakan antara Pemkot Semarang dengan PT Trans Retail Properti hanyalah baru langkah awal kesepahaman rencana inventasi,’’ ujarnya kemarin.

Ia berharap, masyarakat tidak mudah mempercayai isu-isu yang negatif seputar rencana pembangunan Trans Studio di komplek TBRS dan Wonderia itu. Karena menurutnya sebaliknya, nantinya wisatawan akan membanjiri Kota Semarang. Termasuk TBRS juga akan menjadi ramai dikunjungi oleh masyarakat luas. Juga para penggiat seni yang diyakini akan menuai hasil positif.

‘’Justru kalau kita dapat berbicara dengan baik, semua dapat dilibatkan. Jangan  pokoke ora gelem Trans Studio, wah yo bubar kabeh,’’ ungkapnya.

Ia menegaskan, rencana pembangunan Trans Studio nanti tetap akan melaksanakanpublic hearing atau bertemu dengan semua pemangku kepentingan. Termasuk para komunitas yang selama ini biasa mengadakan kegiatan rutin di TBRS.

‘’Jika kita berbicara dengan baik, mereka akan kami libatkan, diintegralkan dengan kegiatan mereka berkarya seni yang dapat dinikmati pengunjung. Ini kan belum dibicarakan kelanjutannya namun kok malah ditolak terus,’’ tegasnya.

Hendi menegaskan, rencana pembangunan Trans Studio di Kota ATLAS memerlukan dukungan yang penuh dari masyarakat. Karena akan lebih meningkatkan iklim pariwisata di Semarang dan juga menyerap banyak tenaga kerja dari warga setempat.

Untuk Wonderia, selama ini tempat rekreasi tersebut memang dikelola PT Smart Wonderia selaku penyewa lahan kepada Pemkot Semarang hingga tahun 2022 mendatang. Namun menurutnya, tahapan MoU dilakukan karena PT Smart telah menyetujui rencana pembangunan Trans Studio dengan kompensasi yang ditawarkan PT Trans Studio Property. (JN06)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *