NU-PKB Bertemu Rumuskan Pemanangan Pilkada 

  • Whatsapp
Gus Yusuf PKB (Foto : PKB)
Gus Yusuf PKB (Foto : PKB)
Gus Yusuf PKB (Foto : PKB)
Gus Yusuf PKB (Foto : PKB)

SEMARANG, Jowonews.com –  Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 21 Kabupaten/Kota se-Jateng, DPW PKB Jawa Tengah mensinergikan langkah antara pengurus NU dan PKB dari wilayah hingga cabang.

”PW NU Jateng mengajak seluruh pengurus cabang untuk berkontribusi terhadap penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di masing-masing daerah. Secara garis politik kami menyerahkan persoalan itu kepada Partai Kebangkitan Bangsa,”kata Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng, KH Abu Habsin dalam acara Musyawarah Kerja Wilayah dan Silaturahmi NU – PKB Eksekutif Legislatif RI-Provinsi Kabupaten/Kota se-Jateng.

Bacaan Lainnya

Dalam acara tersebut, dihadiri Ketua Umum PKB Muhamin Iskandar, lima menteri dari kader PKB. Masing-masing Menakertrans Hanif Dhakiri, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menpora Imam Nahrawi, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar, Menristek dan Dikti Muhammad Nasir.

Seluruh DPR RI dari Dapil Jateng, DPRD Provinsi dan seluruh DPRD Kabupaten/Kota dan  juga Bupati dan Wakil Bupati dari kader PKB. Selain itu juga dihadiri pengurus Cabang NU se-Jateng.

Abu Habsin, mengatakan jelang penyelenggaraan menjelang penyelenggaraan Pilkada serempak 2015 antara pengurus wilayah NU Jawa Tengah dan PKB bertemu intensif membahas pemetaan kader potensial yang akan maju menjadi calon dan bakal calon bupati. Pertemuan dan komunikasi juga dilakukan para pengurus ditingkat cabang masing-masing kabupaten/kota.

Para ulama dan kyai juga pengurus cabang NU, lanjut dia, memberikan sumbangan saran dan masukan untuk memilih kader nahdliyin yang paling tepat untuk diajukan menjadi calon bupati/walikota. Sehingga nantinya akan terpilih pemimpin daerah yang bisa mensejahterakan masyarakat nahdliyin dan bisa melayani perjuangan keagamaan para ulama dan kyai.

Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, mengaku setuju dengan langkah yang ditempuh para tokoh NU dan pengurus PKB di Jawa Tengah.

Sebagai partai yang dilahirkan oleh ulama dan kyai NU sudah menjadi kodratnya antara PKB dan NU menyatu.

Hal itu juga dilakukan ditingkat DPP bersinergi dengan PBNU, PW NU dengan DPW PKB hingga ketingkat cabang.

”Saya sangat setuju dengan Pak Abu Habsin antara NU dan PKB harus bersinergi seperti yang telah kami lakukan di tingkat pusat antara DPP PKB dan PB NU. Mereka bertemu dalam muskerwil bagian dari meneruskan perjuangan para ulama. Terus berjuang dalam percaturan Pilkada dan akhirnya nanti Jateng yang merah ini akan menjadi hijau pada 2019,”ujarnya.

Para pejuang NU dan PKB, menurut Cak Imin, jangan kalah dengan ulama pendahulu yang mampu mengubah Jawa yang dulunya animesme dinamisme sekarang banyak santri dan para ulamanya. Pertama harus yakin bahwa cepat atau lambat pasti bisa mengubah keadaan tersebut.

Dia mencontohkan Gus Dur ketika mendirikan PKB di Papua, awalnya tak kenal NU. Tapi sekarang dengan adanya PKB semakin besar maka NU di sana. Dia mengajak para kader dan warga nahdliyin untuk terus bersinergi membesar NU.

”PKB itu lahir untuk melayani perjuangan para ulama dan kyai. Siapapun itu DPR atau pejabat lainnya harus melayani ulama dan kyai itu penting karena takdir kita seperti itu. Para Ulama melayani umatnya, dari sisi spiritualnya. Maka PKB melalui DPR dan Eksekutif berjuang untuk kesejahteraan dan seluruh kualitas hidup masyarakat,”ujarnya.

Ketua DPW PKB Jateng, KH Yusuf Chudlori mengatakan secara khusus pihaknya telah menginstruksikan kepada pengurus partai ditingkat cabang untuk bersinergi dengan pengurus NU setempat untuk membahas siapa bakal calon yang akan diusung. Sinergi tersebut merupakan kemajuan luar biasa untuk mensukseskan para calon pemimpin yang breasal dari warga nahdliyin.

”Sinergi antara NU dan PKB menjadi modal awal untuk mensukseskan para kader-kader NU untuk duduk dikursi bupati dan wali kota di daerah yang menyelenggarakan Pilkada 2015 mendatang. Pengurus partai ditingkat cabang harus terus melakukan komunikasi intensif dengan pengurus NU setempat, meminta saran dan pertimbangan para ulama dan kyai siapa yang layak didukung nantinya,”ujarnya.

Menurutnya, dalam acara tersebut Deks Pilkada di masing-masing daerah bertemu dengan Deks Pilkada dari DPW dan DPP. Mereka merumuskan langkah strategis dan menyepakati skedul suksesi Pilada 2015. Dia berharap  satu hingga dua bulan mendatang, kinerja Deks Pilkada dari berbagai tingkatan sudah mulai kelihatan hasilnya.

Dia mengaku sudah menyiapkan Deks Pilada di 21 Kabupaten/Kota yang akan menyelenggarakan Pilkada 2015, yakni Kota Semarang, Rembang, Purbalingga, Kebumen, Kota Surakarta, Boyolali, Kota Pekalongan, Blora, Kendal, Kota Magelang, Sukoharjo, Semarang, Purworejo, Wonosobo, Wonogiri, dan Klaten. Kemudian ditambah lima kabupaten/kota yang akhir masa jabatan kepala daerahnya berakhir hingga Juni 2016 yakni Grobogan, Sragen, Demak, Pekalongan, dan Pemalang.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *