Pelaku UMKM Dapat Pelatihan PKU

  • Whatsapp

JEPARA, Jowonews.com – Sekitar  75 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Jepara mendapatkan pelatihan pengembangan kapasitas usaha (PKU). Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu – Minggu (7-8/3) di Pendopo Aspirasi Desa Margoyoso Kecamatan Kalinyamatan.

Pelaku usaha yang mendapatkan pelatihan diataranya pengusaha konveksi, makanan, monel dan kerajinan lainnya. Pelatihan dan motivasi ini diberikan oleh PT Permodalan Nasional Madani  (PNM) Kluster Pati, sebuah BUMN yang berkonsentrasi pada pembiayaan terhadap UMKM.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dihadiri oleh Abdul Wachid anggota Komisi IV DPR RI, perwakilan anggota DPRD Kabupaten Jepara dan Kudus serta Direktur Utama PT PNM (Persero) Parman Nataatmadja.

Abdul Wachid yang juga  inisiator acara menyatakan, Kabupaten Jepara memiliki potensi UMKM yang sangat besar dan perlu pengembangan. Penguatan terhadap sektor UMKM ini perlu terus dilakukan. Karena sektor ini mampu bertahan ditengah terpaan krisis moneter.

“Saat krisis moneter beberapa waktu lalu, ketika banyak industri yang hancur. UMKM justru masih bertahan. Termasuk saat ini ketika rupiah melemah, UMKM sepertinya tidak berdampak sama sekali,” ujarnya, Sabtu (7/3).

Wachid menambahkan, di Jepara terdapat beberapa sentra atau klaster UMKM yang tersebar hampir di seluruh wilayah. Diantaranya sentra konveksi, monel, tenun troso, gerabah maupun meubel ukir.

“Mengapa kita menggandeng PNM, hal ini karena PNM berbeda dengan lembaga keuangan lain seperti bank dan koperasi. Jika lembaga keungan lain hanya memberikan pinjaman modal, maka di PNM selain diberikan pinjaman modal, nasabah juga mendapatkan pendampingan dan pelatihan usaha,” jelasnya.

Lebih lanjut Wachid menjelaskan, awalnya dirinya tidak mengenal PT PNM ini. Awal tahu dirinya yang di Komisi VI DPR RI mendapatkan proposal pengajuan penyertaan modal kepada BUM. Salah satunya PT PNM yang meminta RP 1 triliun.  “Setelah kita pelajari, ternyata programnya bagus. Sehingga kita loloskan,” katanya.

Sementara itu, Dirut PT PNM (persero) Parman Nataatmadja mengungkapkan, PT PNM masuk ke wilayah eks Karesidenan Pati pada 2011 lalu. Sampai kini menunjukkan progres yang cukup bagus. Buktinya sudah ada sekitar 2.500 nasabah dengan nilai pembiayaan lebih dari 100 miliar.

”Sejauh ini Jepara potensinya cukup bagus, sehingga ke depan akan terus kita tingkatkan. Tahun ini kita juga akan menambah sekitar 40 milyar untuk tambahan modal,” ujarnya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *