Warga Laban Ikuti Tradisi Gebyuk

  • Whatsapp

gebyukKendal, Jowonews.com – Ratusan warga Desa Laban, Kecamatan Kangkung tadi pagi menggelar acara menangkap ikan dengan cara mengeruhkan air sungai. Tradisi menangkap ikan yang disebut gebyuk ini sudah berjalan sejak zaman dahulu.

Karena diobok-obok ratusan warga, air sungai jadi keruh dan banyak ikan yang mengambang. Dalam kondisi teler, warga dengan mudah menangkap ikan jenis gabus, bethik, dan lele.
Kades Laban Ulil Amri mengaku tradisi gebyuk sudah dilakukan warganya sejak lama. Tradisi menangkap ikan dengan model gebyuk tidak mengganggu ekosistem sungai. Sebab hanya ikan-ikan yang layak konsumsi yang akan ditangkap.”Ikan yang masih kecil kita biarkan tumbuh dan berkembang di sungai,” ujar Ulil.

Bacaan Lainnya

Ulil mengaku saat gebyuk digelar peralatan yang dibawa masih tradisional seperti kalo dan jaring penangkap ikan. Sedangkan alat tangkap setrum dilarang digunakan. Selain untuk menangkap ikan tradisi ini juga untuk mempererat tali persaudaraan sesama warga. Sebab saat gebyuk, semua warga laki-laki dan perempuan boleh ambil bagian.

Salah satu warga Slamet, 54, mengaku senang bisa ikut gebyuk. Tradisi ini katanya sudah ada sejak dia masih kecil. Namun karena ikan sering dipancing, populasinya makin menurun. Ikan yang dulu pernah ada sekarang sudah punah.

“Kita sudah nggak bisa menemukan lagi ikan sili di sungai karena sudah punah,” ujar Slamet. (JN09)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *