Debit Air Turun, Komisi C Sidak Dua Waduk

  • Whatsapp
DIBAHAS DEWAN : Keberadaan warung di PAI menjadi bahasan Rapat Komisi III DPRD Kota Tegal, beberapa waktu lalu.
DIBAHAS DEWAN : Keberadaan warung di PAI menjadi bahasan Rapat Komisi III DPRD Kota Tegal, beberapa waktu lalu.
DIBAHAS DEWAN : Keberadaan warung di PAI menjadi bahasan Rapat Komisi III DPRD Kota Tegal, beberapa waktu lalu.
DIBAHAS DEWAN 

KARANGANYAR, Jowonews.com-Komisi C DPRD Karanganyar melakukan sidak terhadap kondisi 2 waduk yang ada di Bumi Intanpari, (9/3). Pasalnya, kapasitas penampungan air di Waduk Delingan dan Waduk Lalung dikeluhkan warga lantaran tidak berfungsi secara optimal.

Ketua Komisi C DPRD Karanganyar Leo Edi Kusumo menjelaskan, sidak yang dilakukan sebagai respon terhadap keluhan warga karena pihaknya menerima laporan Waduk Delingan dan Waduk Lalung tidak dapat berfungsi dengan baik sebagai aliran irigasi seperti sebagimana mestinya.

Bacaan Lainnya

“Ada banyak faktor yang menyebabkan berkurangnya debit air di waduk. Di Delingan selain terdapat rembesan yang masih dalam batas wajar juga disebabkan karena banyaknya sedimen yangmenumpuk sehingga butuh dikeruk,” terangnya pada wartawan di Waduk Delingan, kemarin (9/3).Rombongan Komisi C bersama dengan Dinas Sumber Daya Alam (SDA) Karanganyar kemudian melanjutkan sidak ke Waduk Delingan. Pada sisi kiri pintu masuk Waduk Delingan terdapat longsoran tanah sepanjang 40-an meter pada tanggul bagian barat. Sebelumnya pada tahun 2012 juga terlihat ada rekahan tanah yang sudah diantisipasi dengan pembangunan bronjong berupa undak-undakan yang disemen.

“Di Lalung memang ada keretakan. Sebagai tindak lanjut kita akan koordinasi dengan SDA dan BPBD. Kondisi waduk mendesak perlu perbaikan. Yang paling mendesak kita lakukan adalah mengurangi sedimen agar cadangan air musim tanam selanjutnya terpenuhi,” papar Politisi Partai Demokrat itu.Petugas Operasional Balai Besar Wialyah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Sulistiyono menceritakan, longsoran sepanjang 40 meter di Waduk Lalung tersebut terjadi pada 16 Januari lalu. Sebelumnya rekahan pernah terjadi pada tahun 2012. Ditegaskan dia, pergerakan tanah tersebut tidak menyebabkan ke bocoran di Waduk.

“Meski longsoran ini tidak menyebabkan air merembes, yang kita khawatirkan rekahan ini terus bergerak dan bergeser karena jarak longsoranya tidak terlalu jauh hanya sekitar 2 meteran dari yangtahun 2012,” tandasnya.

Disebutkan dia, waduk Lalung mampu menampung sekitar 5 juta kubik air. Karena longsoran ini waduk Lalung hanya dapat menampung sekitar 2 juta kubik air. “Untuk mengatasi longsor itu kemungkinan dengan cara dibuat bangunan penjaga berupa bronjong lagi. Hanya saja ini masih menunggu,” ujar Sulistiyono. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *