Hanya 3 SMK Penuhi Syarat UN CBT

  • Whatsapp

ujian-nasional

Kendal, Jowonews.com – Hanya tiga SMK yang memenuhi syarat menggelar UN dengan model Computer Based System (CBS)berdasarkan hasil verifikasi dari pusat. Ketiga SMK itu, yakni SMKN 2 Kendal, SMKN 3 Kendal, SMK NU 01 Kendal. Berdasarkan verifikasi pusat, dari delapan sekolah di Kabupaten Kendal yang memenuhi syarat menggunakan sistem Computer Based Testing (CBT) dalam pelaksanaan Ujian Nasional pada April mendatang.
“Dari delapan SMK yang diverifikasi hanya tiga yang lolos,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Muryono disela-sela Sosialisasi UN, Ujian Sekolah SD, SDLB, SMP, SMPLB, MTs. SMA, MA, SMK Tahun Pelajaran 2014/2015 dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Satlantas Polres Kendal dan Disdik Kendal terkait penerapan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, di Aula SMA PGRI 1 Kendal.
Lebih lanjut Muryono mengatakan, adapun lima sekolah yang tidak memenuhi syarat menggunakan sistem CBT pada UN mendatang adalah SMAN 1 Kendal, SMAN 1 Boja, SMA Ponpes Modern Selamat dan  SMPN 1 Weleri serta SMPN 2 Kendal. Sesuai syarat pusat, sekolah yang bisa menggunakan sistem itu yakni, sekolah memiliki fasilitas komputer 1/3 dari jumlah siswanya dan komputer memenuhi standar.
Muryono menyatakan, pelaksanaan UN Tahun Pelajaran 2014/2015, untuk tingkat SMA, MA dan SMK akan dilakukan selama tiga hari yakni, 13-15 April. Sedangkan UN tingkat SMP, MTs selama empat hari, yaitu 4- 7 Mei mendatang. Dan peserta UN untuk SMA, MA hingga SMK jumlahnya ada 10.972. Sedangkan jumlah peserta UN SMP dan MTs masih dalam proses.
“Rincianya, paserta UN SMA, putra (1.495), putri (2.338); MA, putra (422), putri (722) dan SMK, putra (3.488) putri (2.507),” jelas Muryono.
Muryono menambahkan, UN bukan merupakan penentu kelulusan.  Pasalnya kelulusan sekarang diserahkan kepada  masing-masing sekolah. Dan dalam sosialisasi UN ini pihaknya juga melakukan pembacaan  pakta integritas UN supaya dilakukan dengan penuh kejujuran sehingga nantinya diharapkan tidak ada lagi kerisauan karena ada siswanya yang tidak lulus.
“Lulus tidaknya peserta UN tidak tak lagi ditentukan dengan nilai UN/Surat keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN), tetapi diserahkan phak sekolah,” ujar Muryono.
Terkait MoU tersebut, Kasatlantas Polres Kendal, AKP Dedy Kasiyadi mengatakan, secara nasional akibat laka begitu banyak di jalan raya per menit  tiga korban meninggal. Melalui MoU pembinaan dan fasilitasi kurikulum pendidikan lalu lintas ini siswa dapat memahami dan bisa patuh dan taat pada lalu lintas. Dengan begitu dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan. Menurutnya, peningkatan kendaraan yang tidak diimbangi dengan peningkatan infrastruktur selama ini yang menjadi penyebab tingginya angka kecelakaan dijalan raya.
“Jika infrastruktur banyak yang rusak akan terjadi kemacetan dimana-mana,” ujar kasatlantas. (JN09)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *