Perempuan Dapat  Jadi solusi Sukses Pembangunan

  • Whatsapp
Ketua Yayasan Semarang Waras Sejahtera (SWS) Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu
Ketua Yayasan Semarang Waras Sejahtera (SWS) Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu
Ketua Yayasan Semarang Waras Sejahtera (SWS) Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu

SEMARANG,Jowonews.com – Masih ada yang berpandangan bahwa perempuan adalah sosok lemah, halus, dan emosional. Namun sebaliknya,memandang laki-laki adalah sosok yang gagah, berani dan selalu rasional. Pandangan tersebut membuat perempuan gamang untuk menjadi pemimpin.

Ketua Yayasan Semarang Waras Sejahtera (SWS) Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, isu kesetaraan gender dan gerakan emansipasi menuntut persamaan hak perempuan dalam berbagai bidang kehidupan. Banyaknya prestasi dan keterampilan yang ditampilkan, diyakini antara perempuan dan laki-laki tidak banyak perbedaan.

Bacaan Lainnya

“ Prestasi itu bisa kita lihat dari kepemimpinan dan peran perempuan dalam kehidupan politik,” katanya Selasa (10/3).

Menurut Bu Ita, begitu panggilan akrab Hevearita sehari-hari,  memimpin bukan masalah gender, namun masalah kesempatan, integritas dan kecakapan. Momen Pilkada secara langsung tahun ini, merupakan momentum strategis bagi kaum perempuan untuk andil bagian menjadi pemimpin yang populis dan akomodatif,sehingga mampu membawa aspirasi kaum perempuan.

“Selama ini masih ada dikotomi antara laki-laki dan perempuan dalam pesta demokrasi. Momentum pilkada serentak di 21 Kabupaten/kota di Jateng menjadi ajang pembuktian politik perempuan untuk tampil,” katanya.

Eksistensi perempuan tidak bisa dianggap remeh mengingat jumlah  pemilih perempuan secara kuantitas sangat  signifikan untuk mendukung kemenangan calon kepala daerah.

Bu Ita yang juga bakal calon Wakil Wali Kota Semarang dari PDIP ini mengungkapkan, keterlibatan perempuan dapat  menjadi solusi sukses target pembangunan dan politik, sehingga perlu mendorong partisipasi perempuan dalam pilkada.

“ Perempuan jangan hanya menjadi penonton dalam pilkada tapi harus menunjukkan peran aktifnya dalam proses demokrasi di Indonesia, termasuk di Jateng. Upaya itu sekaligus mendorong perempuan untuk berani mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah,” tegasnya.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *