Tiga Ratus Tiga Kelompok Tani Akan Terima Hibah DBHCT Melalui Disbun Jateng

  • Whatsapp
Dinas Perkebunan Jawa Tengah
Dinas Perkebunan Jawa Tengah
Dinas Perkebunan Jawa Tengah

SEMARANG, Jowonews.com – Dinas Perkebunan (Dinbun) Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu dinas yang mendapatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) cukup besar pada tahun anggaran 2015. Dari total DBHCHT Rp 157.041.792.000,00, untuk Pemprov Jateng, Dinbun mendapat alokasi Rp 36.760.635.000,00.

Dari anggaran sebesar itu berdasarkan resume DPA Dinbun 2015, dipergunakan untuk program pengembangan agribisnis yang terbagi dalam lima kegiatan. Empat dari lima kegiatan tersebut, akan diwujudkan dalam bentuk hibah dan akan disalurkan melalui 303 Kelompok Tani (KT).

Bacaan Lainnya

Masingimasing adalah kegiatan untuk mendorong pembudidayaan bahan baku berkadar nikotin rendah Rp 9,5 M. Untuk hibah bibit kopi, pupuk NPK non Chlor, KNO3, ZA dan Alsinbun untuk 47 kelompok tani.

Kegiatan penanganan panen dan pasca panen bahan baku Rp 3,4 M. Untuk hibah peralatan panen dan pasca panen untuk 20 kelompok tani.

Kegiatan penguatan kelembagaan kelompok petani tembakau Rp 10.360.635.000. Untuk hibah bibit cengekeh, kopi,tembakau, alsinbun, peralatan panen dan pasca panen, pupuk NP, KNO3, Organik untuk 153 Kelompok Tani.

Kegiatan standarisasi kualitas bahan baku Rp 12.3 M. Untuk alsinbun, pupuk NPK, KNO3, Organik untuk 153 KT.

Sementara satu kegiatan lagi adalah pengembangan sarana laoratorium dan pengembangan metode pengujian Rp 12,3 M. Untuk perlengkapan sarana dan prasarana laboratorium uji dan metode pengujian.

Dari data itu, berarti total ada Rp 24.460.635.000,00 DBHCHT yang disalurkan kepada 303 Kelompok Tani. Kalau dibagi rata, maka 303 Kelompok Tani masing-masing akan mendapatkan bantuan Rp 80,7 juta.

Lebih menarik lagi, ternyata dari anggaran sebesar itu, kegiatannya hampir sama semua. Dari empat kegiatan tersebut adalah untuk hibah bibit kopi, pupuk NPK non Chlor, KNO3, ZA dan Alsinbun, bibit cengkeh, tembakau dan sejenisnya.

Kepala Dinbun Jateng Yuni Astuti ketika dikonfirmasi mengakui adanya anggaran dan kegiatan tersebut. Namun demikian, ketika ditanya anggaran sebesar itu meski nomenklatur beda, tapi kegiatannya sama, dia tidak mau menjelaskan.

“Soal judul kegiatan itu harus dilihat rinciannya secara mendalam dan harus dijelaskan secara cermat. Saya tidak bisa kalau hanya menjelaskan lewat telp,”akunya.

Tapi saat wartawan akan ke kantornya, untuk minta penjelasan lebih gamblang dan tidak hanya lewat telpon, dirinya mengaku sedang ada acara diluar. “Saya ini mau ke luar mas,”pungkasnyam(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *