Lima Kabupaten Belum Anggarkan Dana Pengawasan Pilkada

  • Whatsapp

pilkadaSEMARANG, Jowonews.com – Lima kabupaten yakni Pemalang, Grobokan, Demak, Sragen, dan Pekalongan, sampai saat ini belum menganggarkan dana pengawasan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak Desember 2015. Pemerintah kabupaten sama sekali belum menyiapkan anggaran tersebut.

“Karena itu, dalam waktu dekat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng akan melakukan audensi dengan lima kepala daerah, sekretaris daerah, serta DPRD,” kata Koordinator Pengawasan dan Humas Bawaslu Jateng, Teguh Purnomo, Rabu (11/3).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, anggaran untuk pengawasan pilkada dibutuhkan sekitar Rp 4 miliar-Rp 6 miliar. Jumlah tiap daerah berbeda, tergantung jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang ada. “Jika dianggarkan, paling memungkinkan dimasukkan dalam APBD Perubahan. Karena sesuai peraturan Menteri Dalam Negeri, menjadi kewajiban sekretaris daerah untuk menganggarkan selama sekretariat panwas belum terbentuk,” ujarnya.

Ditambahkan, saat ini tim seleksi calon anggota panwaslu di lima kabupaten sudah dibentuk. Anggotanya yakni Fitriyah, Fajar Saka, Ananingsih, Lita Tyesta, dan Agus Toto Widyatmoko.

Selain menyiapkan perekrutan panwas, pihaknya juga sudah melantik serta mengangkat pegawai negeri sipil (PNS) yang mengisi jabatan struktural dalam lingkungan Sekretariat Bawaslu Jawa Tengah.

Pelantikan dan pengambilan sumpah dipimpin Ketua Bawaslu Jateng, Abhan Misbah, berlangsung di kantor Bawaslu Jateng Jl Atmodirono 12 A, Semarang, Rabu (11/3). Acara dihadiri Sekwan DPRD Jateng, Kesbangpolinmas, Bapermades, KPU Jateng, Kepala Sekretariat Bawaslu Jateng Kartini Tjandra Lestari, serta Pimpinan Bawaslu RI Endang Wihdatiningtyas.

Pejabat yang dilantik yakni Setyo Pramudi (Kepala Sub Bagian Administras), Istilah Wulandari (Kepala Sub Bagian Teknis Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu), dan Sadhu Sudiyarto (Kepala Sub Bagian Hukum, Hubungan Masyarakat dan Antarlembaga).

Usai pelantikan, Pimpinan Bawaslu RI, Endang Wihdatiningtyas mengingatkan agar pejabat yang baru dilantik dapat segera menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai tupoksi. Mereka diharpkan memberikan penguatan terhadap kelembagaan sekaligus bersinergi dengan jajaran yang sudah terlebih dahulu bekerja.

“Sekarang personil Bawaslu Jateng sudah lengkap. Sebelumnya pada pengawasan Pemilu 2014, Sekretariat Bawaslu Jateng hanya dinahkodai oleh kepala sekretariat,” tuturnya.

Dengan adanya tenaga sekretariat, diharapkan pengawasan dapat maksimal. Administrasi dan pertanggungjawaban anggaran pun tidak berpotensi bermasalah.

“Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab serta koordinasi diharapkan berjalan dengan baik, terutama saling melengkapi dan mengingatkan satu sama lain sebagai fungsi kontrol. Selain itu, saling membantu dan bersinergi untuk mendukung fungsi pengawasan dalam menghadapi pilkada di 21 kabupaten/kota,” urainya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *