Eks Wakapolsek Gunungpati Stres Diberitakan di Media Massa

  • Whatsapp

image

Semarang, Jowonews.com – Wakapolsek Gunungpati Semarang AKP Hadi menyerahkan diri setelah sekitar 23 hari menghilang. Polisi yang mengamuk serta merusak markas tempatnya bekerja itu mengalami stres menyusul maraknya pemberitaan dirinya di media massa.

“Yang bersangkutan masih labil, dia stres baca koran soal dirinya,” kata Kabid Propam Polda Jateng Kombes Hendra Supriatna Mapolda Jateng, Kamis (12/3).

AKP Hadi menyerahkan diri ke Polrestabes Semarang pada Rabu (11/3) malam setelah buron sekitar 23 hari.

Saat ini, Hadi menjalani pemeriksaan di Paminal Bid Propam Polda Jateng. Pemeriksaan terhadap Hadi rencananya juga akan melibatkan psikolog.

Petugas belum banyak bertanya seputar pelarian mantan orang nomor dua di Polsek Gunungpati itu. “Masih menunggu kondisinya baik. Belum kami tanya selama ini kabur kemana saja,” tambahnya.

AKP Hadi harus mempertanggungjawabkan perbuatan pidananya, sebelum menjalani sidang etik atas pelanggaran disiplin yang dilakukan.

Sebelumnya, AKP Hadi mengamuk di Mapolsek Gunungpati sambil mebawa sebilah parang pada 16 Februari lalu.

Aksi nekat perwira polisi tersebut berawal dari keberadaannya di sebuah tempat karaoke yang tidak jauh dari markas polisi itu.

Pengelola karaoke Yuliana Safitri mengatakan AKP Hadi datang ke tempat hiburan itu dengan dua wanita yang diduga merupakan SPG.

Tanpa sebab yang jelas, Hadi yang dalam kondisi mabuk kemudian marah-marah. Ia bahkan memukul serta mengancam akan menembak salah seorang pegawai tempat karaoke itu.

Yuliani yang ketakutan kemudian meminta bantuan ke polsek agar AKP Hadi dijemput.

Usai kejadian di tempat karaoke tersebut, AKP Hadi justru mengamuk di Mapolsek Gunungpati. Dengan membawa sebilah parang, oknum polisi itu mencari-cari Kapolsek Kompol Ahmadi.

Hadi melampiaskan kekesalannya ke mobil milik kapolsek dalam aksinya itu. (JN05)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *