Menguatnya Dollar Tak Berdampak Pada Penguatan Ekspor Mebel

  • Whatsapp

image

JEPARA, Jowonews.com– Penguatan nilai dolar Amerika atas rupiah akhir-akhir ini ternyata  tidak berdampak pada peningkatan ekspor meubel Jepara. Kondisi ini berbeda dengan peristiwa yang terjadi pada krisis moneter 1998 lalu. Ekspor produk meubel dari Jepara meningkat cukup signifikan dan berdampak muncul orang-orang kaya baru di Jepara.

Demikian disampaikan oleh Ketua Assosiasi Industry Permeubelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Komda Jepara, Jamhari. Sampai sejauh ini, transaksi nilai ekspor meubel masih diambang batas normal dan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. 

Penyebabnya, saat ini banyak pengusaha meubel Jepara yang sudah menggunakan rupiah dalam bertransaksi dengan pembelinya. “Sehingga sejauh ini, belum ada dampak yang signifikan dari penguatan dolar itu. Jumlah produksi juga masih seperti biasa,” ujarnya, Kamis (12/3).

Selain itu, pelemahan nilai mata uang tidak hanya menimpa rupiah saja. Melainkan mata uang lain di beberapa kawasan. Di Eropa misalnya, mata uang euro juga melemah terhadap dolar. “Sedangkan, pembeli meubel Jepara tidak hanya dari Amerika Serikat, melainkan juga drai negara Uni Eropa. Padahal disana juga mengalami kelesuan yang sama dengan kita,” katanya.

Beberapa aspek produksi juga mengikuti penguatan nilai dolar itu. Untuk bahan baku saja misalnya, kini juga sudah mengalami kenaikan. “Andai saja kita diuntungkan dengan penguatan dolar, tapi harga bahan baku kayu juga naik, sehiengga sama saja,” jelasnya.

Jamhari menambahkan, beberapa pengusaha yang sudah terlanjur bertransaksi dengan dolar, bisa saja mendapatkan untung. “Mereka bisa menggenjot produksi, agar produksi barang pesanan bisa cepat terselesaikan dan bisa segera dicairkan,” imbuhnya.

Tetapi, dirinya meyakini penguatan nilai dolar terhadap rupiah ini akan berlangung dalam waktu yang lama. Harapannya, pengusaha meubel Jepara bisa mendapatkan untung dari momentum ini. “Seperti tahun- tahun sebelaumnya, kita prediksi ekspor meuble Jepara tahun ini masih sebesar 120 juta USD,” tandasnya (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *