Siswa MI Tidak Bisa Mengikuti OSN, Bukti Kesenjangan di Dunia Pendidikan

  • Whatsapp

image

UNGARAN, Jowonews.com – Tiga pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang juara Olimpiade Saint Nasional (OSN) tingkat Kabupaten Semarang, tetap tidak dapat mengikuti kompetisi tingkat provinsi. Upaya Kantor Kentrian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang juga terkendala.

Seperti diungkapkan oleh Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Semarang, Muhtadi. Pihaknya telah berupaya agar ketiga pelajar dari MI Al Bidayah di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, MI Wonokasihan Jambu dan MI Kalirejo, Ungaran Timur, bisa mengikuti OSN tingkat provinsi. Namun upaya itu gagal.  “OSN tingkat propinsi Jawa Tengah telah dimulai,” kata Muhtadi di Ungaran, Kamis (12/3).

Dia mengaku telah menghubungi panitia OSN tingkat Kabupaten Semarang dan panitia tingkat provinsi. Namun hasilnya, ketiga siswa berprestasi asal Kabupaten Semarang ini tetap tidak dapat ikut seleksi. Karena OSN tertutup untuk siswa MI. “Kami telah berusaha agar ikut seleksi, tapi kalau kenyataannya seperti ini bagaimana,” keluhnya.

Berdasarkan penelusuran seleksai OSN Sekolah Dasar tingkat Provinsi Jawa Tengah 2015 telah dilaksanakan pada 3 hingga 5 Maret lalu di LPMP, Srpondol. Seleksi tahap I ini diambil peringkat 40 besar untuk mata pelajaran IPA dan Matematika. Kemudian seleksi tahap II dilaksanakan 15-20 Meret di Pusdiklat BKK, Kota Semarang.

Kesenjangan dunia pendidikan ini sangat disayangkan oleh pegiat pendidikan Kabupaten Semarang, Zaenal Abidin menilai dunia pendidikan semstinya jangan membedakan antara sekolah madrasah, sekolah negeri dan swasta. Semestinya prestasi siswa dari sekolah manapun tetap didukung, jangan justru terganjal karena latar belakang sekolahnya.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *