Dolar Naik, Industri Rotan Trangsan Melambung

  • Whatsapp

image

SUKOHARJO, Jowonews.com – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar tidak selalu berdampak buruk. Hal ini dibuktikan oleh eksportir kerajinan rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak dengan naiknya keuntungan sebesar 30%.

“Sejak 6 bulan lalu kami pengrajin rotan sudah mulai merasakan keuntungan dari naiknya nilai dolar pada kisaran Rp 10 ribu, kenaikan keuntungan bisa mencapai 30% dan semakin bertambah seiring naiknya dolar terhadap rupiah,” kata pengrajin rotan, Agus Santoso, Sabtu (14/3).

Naiknya keuntungan ini disebabkan harga bahan baku kerajinan dari rotan tidak ikut naik, meskipun dolar naik. Harga rata-rata rotan dari Surabaya dengan kwalitas biasa berkisar antara Rp 8000 hingga Rp 24 000, masih sama seperti sebelum ada kenaikan dollar.
 
Kerajinan mebel dan rotan di Desa Trangsan biasa dieksport ke berbagai negara di Benua Amerika, seperti ke Amerika sendiri dan Mexico. Selain itu, juga ada yang dikirim ke Italia dengan nilai sekali kirim antara Rp 100 juta hingga Rp 110 juta.
 
“memang dari Amerika sedikit terpengaruh, namun yang dari Mexico dan Italia tidak terpengaruh sama sekali,” tandas Agus(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *