Desa Wisata Butuh Perhatian Dinas Terkait

  • Whatsapp

images

Kudus, Jowonews.com – Desa Wisata diharapkan mampu menarik wisatawan untuk berkunjung di daerah tersebut, sedangkan untuk mewujudkannya dibutuhkan perhatian lebih dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat kata Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Jateng Prasetyo Aribowo.

”Peran Dinas terkait dalam masing-masing daerah sangat dibutuhkan. Hal itu dapat mejadi pacua bagi desa untuk lebih giat dalam mengembangkan potensi desa tersebut,” kata Prasetyo Usai acara Forum Komunikasi Desa Wisata Se Jateng di Colo, di Kudus, Rabu (18/3).

Menurutnya, dalam acara yang digelar Paguyuban Desa Wisata Kudus (Dewiku), Peran Dinas sangat penting dalam membantu mewujudkannya. Hanya saja, hal tersebut bukanlah satu-satunya upaya untuk mewujudkannya. Melainkan, keaktifan dari pengurus desa wisata juga sangatlah penting.

Dia mengatakan, di Jateng, terdapat 125 Desa Wisata. Dan dari total tersebut, hanya 20 persen yang sudah menjalankan progam desa Wisata. Sedangkan selebihnya 80 persen masih perlu banyak pembenahan.

Sedangkan di Kudus, lanjutnya belum ada Desa Wisata yang sesuai ketentuan. Yang ada hanyalah  rintisan desa wisata yang masih banyak dilakukan untuk mencapai desa wisata. Untuk itu, peran masyarakat dan dinas juga lebih aktif lagi.

”Kendala terberat adaah dalam pengelolanya, sebagai pengelola otomatis melakukan sebaai penggerak desa wisata. Dan banyak yang harus dilakukan. Seperti halnya membuat paket wisata, khasan daerah,” ujarnya.

Dia menambahkan, hal paling berat adalah dalam bidang promosinya. Kebanyakn, pengurus desa wisata lebih memilih promosi lewat pamplet atau barang. Padahal, media yang lebih pas dalam promosi adalah media on line. Dan tentunya, dalam melakukan promosi juga harus dibarengi dengan kesiapan desa wisata.

Toto RZ, Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Provinsi Jateng mengatakan, upaya dari dinas provinsi melakukan pembinaan, tentunya menyediakan biaya sebesar Rp 200 juta untuk seluruh desa wisata di Jateng. Dan menyiapkan Rp 300 juta guna melakukan pameran atau kegiatan.

”Anggarannya sedikit, padahal yang mengajukan ke kami tentang pengembangan wisata di Desa wisata sudah mencapai 16 Triliun, jadi kami pilah-pilah dengan ketat,” jelasnya.(JN04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *