Kodim Kudus Minta Penyaluran Pupuk Harus Tepat

  • Whatsapp

gbr-pupukKUDUS, Jowonews.com – Penyaluran pupuk untuk kebutuhan setiap musim tanam padi dan palawija harus tepat waktu, sasaran, jenis dan jumlahnya, sehingga kebutuhan petani dapat tercukupi tanpa kendala apapun. Hal itu tak bisa ditawar lagi untuk mengamankan dan meningkatkan hasil produksi, sekaligus untuk menyukseskan target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pada tahun 2017.

Pernyataan itu disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 0722/ Kudus Letkol (Arh) M Ibnu Sukelan, dihadapan distributor dan pengecer pupuk, gabungan kelompok tani (gapoktan), petugas penyuluh pertanian (PPL), Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), serta Danramil se- Kabupaten Kudus di Aula Kodim setempat, Rabu (18/3). Pertemuan dihadiri lebih dari seratus peserta. “Kebutuhan pupuk untuk petani tak bisa ditawar. Penyalurannya harus tepat, sehingga petani tak dirugikan,” tegasnya.

Persoalan pupuk memang sangat sensitif di kalangan petani. Sebab, jika kebutuhannya tidak tercukupi atau terlambat beberapa hari saja, maka dapat menimbulkan keresahan karena hasil tanamannya terancam perkembangannya. Produksi tanam pun dipastikan tidak akan maksimal jika masalah pupuk terabaikan..

“Kami tidak mau tahu, persoalan pupuk harus beres. Kami akan terus melakukan pengawasan untuk menjamin pupuk benar- benar sampai ke tangan petani. Untuk itu kami minta kerjasama semua pihak, baik petani melalui gapoktan maupun distributor harus bisa bersinergi dengan baik. Jangan sampai distributor lalai mememenuhi kebutuhan petani. Sedang petani juga jangan terlambat mengajukan pupuk sesuai kebutuhan,” pintanya.

Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan melalui para penyuluhnya, serta para Danramil dan anggota babinsa juga harus rajin turun ke lapangan untuk memberikan bimbingan, serta membantu jika terjadi kendala yang dialami petani. Sedang KP3 terus melakukan pengawasan untuk mengantisipasi penyimpangan. TNI siap mem-back up melakukan pengawasan di lapangan.

Sejumlah perwakilan gapoktan menegaskan kalau penyaluran pupuk tepat waktu masih menimbulkan keraguan. Apalagi seperti kebutuhan urea bersubsidi yang hanya ditangani distributor tunggal CV Fortuna, cukup menimbulkan kekhawatiran akan ketepatan dalam penyaluran. Namun hal itu langsung ditepis Direktur CV Fortuna, Tas’an yang perusahaannya menyalurkan semua jenis pupuk.

“Kami menjamin untuk penyaluran pupuk tidak ada masalah. Kami memiliki modal kuat, sehingga kebutuhan pupuk petani dapat terpenuhi. Kami akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan tepat waktu,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus Ir Budi Santosa menambahkan, agar kebutuhan pupuk petani lancar, pihaknya minta kepada seluruh gapoktan agar mengajukan kebutuhan pupuk minimal satu minggu sebelumnya. Untuk pemenuhan pupuk sebenarnya telah diatur melalui mekanisme pemesanan, didahului pengajuan Rencana Difinitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Harus melalui mekanisme pengajuan RDKK oleh kelompok tani atau gabungan kelompok tani (gapoktan). Pembelian tidak bisa dilakukan sembarangan. Kalau dalam perjalanan ternyata kebutuhan kurang, segera saja ajukan pemesanan minimal satu minggu sebelumnya kepada pihak penyalur atau distributor,” ujarnya.

Di Kudus, saat ini terdapat sekitar 16 ribu hektar lahan pertanian. Kebutuhan pupuk khusus urea dari PT Pusri ditangani distributor tunggal CV Fortuna. Sedang pupuk jenis ZA, SP-36, NPK dan pupuk organik asal Petrokimia Gresik, dilakukan CV Fortuna, Subur Jaya dan KPTR Sari Buana. Tahun 2015, kebutuhan pupuk di wilayah Kudus dialokasikan untuk jenis urea 11.800 ton, SP-36 sebanyak 1.200 ton, ZA 4.750 ton, NPK 7.400 ton dan pupuk organik 4.500 ton.(JN04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *