Kartu Tani Ganjar, Buat Petani Bingung: Petugas tidak Bisa Menjelaskan

  • Whatsapp
Ganjar Pernah Beri AMplop Wartawan. (Foto : IST)
Ganjar Pranowo
Ganjar Pernah Beri AMplop Wartawan. (Foto : IST)
Ganjar Pernah Beri AMplop Wartawan. (Foto : IST)

BATANG, Jowonews.com Kartu tani (KT) yang diberikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kepada ratusan petani di kabupaten Batang pada awal Maret lalu, ternyata tidak membantu petani memecahkan persoalan. Sebaliknya, KT yang diberikan langsung oleh Gubernur tersebut malah membingungkan para petani. Sebab fungsi dan manfaatnya tidak jelas.

Hal itu terungkap, dalam kegiatan ‘Fasilitasi Pertemuan Pendampingan Poktan Gapoktan’, yang digelar Sekretariat Badan Koordinasi Penyuhan (Bakorluh) Provinsi Jateng, di Balai Desa Krengseng, Kecamatan Grinsing, Batang, Kamis (18/3).

Bacaan Lainnya

Sugiharjo (52), warga Desa Krengseng, Kecamatan Gringsing, mengungkapkan, dengan menggunakan kartu tani, petani hanya boleh menggunakan pupuk urea bersubsidi 100 kilogram sesuai kuota. Padahal kebutuhan pupuk lebih dari 100 kilogram.

”Kalau jatah pupuk urea di kartu tani saya 100 kilogram sudah saya ambil semua, namun tanaman padi terserang hama serta harus ditanam ulang, apakah saya masih bisa membeli pupuk urea bersubsidi?,”ungkap Sugiharjo.

Padahal agen pupuk urea bersubsidi menolak kartu tani tersebut,”imbuhnya Sugiharjo.

Hal serupa juga ditanayakan, Ahmad Rifai (41), petani yang mempunyai lahan pertanian di luar Kabupaten Batang. Menurutnya dirinya memiliki lahan kurang dari dua hektare, di Kabupaten Kendal. Sedangkan dirinya berdomisili di Kabupaten Batang.

“Apakah saya termasuk kategori penerima kartu tani ?. Bagaimana dengan jatah kuota pupuk untuk lahan yang ada di Kendal ?,” kata Rifai.

Seorang pengecer pupuk urea bersubsidi,Wahito, juga bingung untuk melayani petani yang memegang kartu tani. Tapi jatah pupuk bersubsidinya telah habis. Menurutnya, adanya biaya pajak dan administrasi yang dibebankan kepada petani pemegang katu tani, sangat memberatkan.

Kepala Sekretariat Bakorluh, Sugeng Riyanto, dalam forum fasilitasi tersebut. Tidak  tidak memberikan jawaban secara detail dan rinci, alasannya masih ada forum lanjutan yang membahas soal itu.

”Ini baru membahas bagaimana petani mendapatkan kartu tani,” jelas Sugeng singkat.

Sementara itu, Kepala Dispertanak Batang, Migayani Thamrin menandaskan, jika petani masih bingung terkait pemberian kartu tani, bisa bertanya pada penyuluh pertanian di lapangan.

Menurutnua, Penyuluh pertanian akan memberikan pendampingan pada petani. Sehingga petani bisa bertanya secara langsung pada penyuluh.

”Penyuluh pertanian sekarang ini ditarget untuk bisa menyelesaikan input data aplikasi kartu tani pada bulan Mei mendatang. Kami dari Dispertanak juga siap membantu. Kalau memang petani masih punya kebingungan soal implementasi kartu tani,” tandas Migayani. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *