Soal Keluhan Pasien HD RSIS: BPJS dan Dinkes Sepakat Ajukan Rekomendasi Khusus   

  • Whatsapp
BPJS Kesehatan. (Foto : BPJS)
BPJS Kesehatan. (Foto : BPJS)
BPJS Kesehatan. (Foto : BPJS)
BPJS Kesehatan. (Foto : BPJS)

SUKOHARJO, Jowonews.com– Kegalauan ratusan pasien Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) pengguna Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)  sedikit lega,  saat pihak BPJS dan Dinas Kesehatan dengan didukung oleh DPRD Sukoharjo, sepakat mengirimkan surat rekomendasi khusus yang memohon agar layanan hemodialisa (HD) atau cuci darah di RSIS tetap dilayani dengan BPJS.

Solusi tersebut dipilih dalam hearing pengaduan pasien HD RSIS yang juga diikuti oleh BPJS, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, dan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Pajak (BPMPP) Sukoharjo, di Gedung B DPRD Sukoharjo, Senin (23/3).

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua DPRD Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, menyatakan ada 3 opsi yang mengerucut untuk membantu keluhan pasien HD BPJS di RSIS, yakni meminta rekomendasi khusus agar BPJS tetap bisa melayani di RSIS, mendorong perijinan segera tuntas dan mencarikan rumah sakit lain sebagai lokasi alternative pasien HD.

“Untuk opsi pertama akan dimaksimalkan yakni dengan meminta perpanjangan layanan BPJS di RSIS. Untuk kali ini diutamakan pada pasien HD terlebih dulu. Pihak BPJS kesehatan dan Dinas  Kesehatan Sukoharjo siap mengirimkan rekomendasi tersebut besuk. Surat akan ditujukan ke Dinas Kesehatan propinsi Jateng.” Ungkap Eko Sapto Purnomo.

Pada kesempatan tersebut Agus Purwono dari BPJS Kesehatan mengaku sebelumnya sudah berkomunikasi dengan pihak RSIS, mengenai usulan BPJS hanya akan mengcover pasien DH, sementara menunggu proses perijinan selesai. Namun waktu itu ditolak oleh direksi, karena berharap BPJS mengkover seluruh layanan.

“Selain menunggu ijin resmi, surat rekomendasi khusus untuk ini menjadi salah satu jalan yang memungkinkan ditempuh. Karena hanya berdasar pada kemanusiaan saja. Kalau secara aturan BPJS harus cabut sejak ijin berakhir 12 September 2014 silam. Tapi ada toleransi sampai 31 Maret. Kecuali ada rekomendasi khusus tersebut kita bisa melayani sampai kapanpun,” tandas Agus.

Suasana haru kembali menyeruak saat sejumlah pasien HD memohon bantuan dan dukungan DPRD sambil menangis terisak. “Sudah dua tahun hidup saya tergantung dari cuci darah di yarsis (RSIS), saya mohon bantuan bapak dewan untuk mengusahakan agar kami tetap mendapatkan perawatan cuci darah di yarsis,” ungkap Winarno, salah satu pasien HD dengan BPJS yang datang usai melakukan cuci darah, ditandai dengan masih ada plester ditangannya.

Dalam hearing tersebut, Wawan Pribadi, ketua Komisi 4 DPRD Sukoharjo akan membagi dua tim untuk mengawal kasus ini. tim pertama akan melakukan sidak dan loby dengan RSIS yang akan dipimpin olehnya didamping Eko Sapto, Wakil Ketua DPRD dan sejumlah anggota Komisi 4. Tim kedua terdiri dari sisa anggota Komisi 4 akan ke semarang, mengawal surat rekomendasi. (JN01)

Editor : Iwud

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *