Banyak Jalan Nasional Ambles: Komisi D Imbau Bina Marga Perhatikan

  • Whatsapp
jalan magelang rusak. (Foto : magelang online)
jalan magelang rusak. (Foto : magelang online)
jalan magelang rusak. (Foto : magelang online)
jalan magelang rusak. (Foto : magelang online)

SEMARANG, Jowonews.com – Komisi D DPRD Jateng menemukan banyak jalan nasional ambles. Meski menjadi wewenang pemerintah pusat, namun jalan nasional tetap menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jateng sebagai akses utama masyarakat yang semeskinya aman.

 Hal itu dikemukakan oleh anggota Komisi D DPRD Jateng Samirun.

Bacaan Lainnya

 “Perhatian untuk kondisi infrastruktur di Jateng masih seputar akses jalan. Saat reses, di dapil (daerah pemilihan) VIII, sepanjang Banyumas-Cilacap, ada jalan ambles sampai 2 meter. Itu ada di jalan nasional KM 6 dan KM 3 Wanareja, dan Wangon-Karangpucung. Padahal itu jalur utama,” terang Samirun saat ditemui di Gedung Berlian, Senin (23/3).

Samirun menginginkan, Pemprov Jateng selaku Binamarga Jateng tak perlu melakukan perawatan di jalan tersebut. Melainkan, jalan semeskinya ditinggikan lantaran dalam kondisi rapuh dan membahayakan pengguna jalan. “Harus di-overlay kembali,” timpalnya.

Menanggapi pelaksanaan lelang yang sudah dilaksanakan oleh Binamarga Jateng, Samirun ingin akses jalur alternatif mudik selesai sebelum lebaran. Pasalnya, jika jalur alternatif tak kunjung selesai, maka akan terjadi kemacetan luar biasa dan menimbulkan masalah baru.

“Seperti di wilayah tengah, Wonosobo, Bumiayu, Ajibarang, Wangon, Slawi, Tegal. Bahkan Grobokan sampai Blora. Sidareja-Sukangles juga,” terang Politikus PDIP itu.

Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basyri menambahkan, ruas di perbatasan juga harus tepat waktu. Binamarga Jateng ditargetkan bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut lantaran jalan di perbatasan sangat krusial.

“Jalan di sepanjang Cilacapp menuju Jabar (Jawa Barat), Sragen-Mantingan di Brebes, Lasem-Bulu Rembang dan sebagainya. Kita harus perhatikan akses itu karena kepadatan arus lalulintas jalan di wilayah perbatasan tinggi jelang mudik,” tutup Alwin.

Sebelumnya, Dinas Binamarga Jateng telah melakukan penandatanganan kontrak pekerjaan pada 10 Maret lalu. Sebanyak 95 paket dikerjakan pada awal 2015 yang sebagian besar merupakan paket peninggian jalan. Kepala Binamarga Jateng Bambang NK sebelumnya mengatakan, jika ditarget selesai sebelum lebaran di wilayah perbatasan, hal itu diklaimnya bisa selesai tepat waktu.

Oh yo iso, ojo kleru (ya bisa, jangan salah). Kan lima paket yang harus selesai. Minimal lima paket, terutama perbatasan,” terang Bambang.

Dalam paparannya, Bambang menjelaskan dalam 95 paket terdiri dari pelebaran jembatan, serta peninggian jalan. Empat paket terbesar yakni peninggian jalan di ruas Ketanggungan-Kersana Bantarsari di Brebes dengan nilai lelang Rp24 miliyar. Peninggian di ruas Jatibarang Ketanggungan Brebes senilai Rp23,88 miliyar, peninggian di Ketanggungan-Songgom Brebes senilai Rp26,24 miliyar, dan peninggian jalan di Pemalang-Randudongkal Kabupaten Pemalang senilai Rp23,74 miliyar.(JN01)

Editor : Mas Iwud

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *