Hadapi MEA, UMKM di Jateng Dituntut Kreatif

  • Whatsapp
Ganjar Pernah Beri AMplop Wartawan. (Foto : IST)
Ganjar Pranowo
Ganjar Pernah Beri AMplop Wartawan. (Foto : IST)
Ganjar Pernah Beri AMplop Wartawan. (Foto : IST)

SEMARANG, Jowonews.com – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jateng dituntut untuk leboh inovatif dan kreatif. Hal itu tak lain dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 yang secara otomatis memperketat persaingan bisnis. Hal itu mengemuka dalam focus group discussion (FGD) yang dilaksanakan oleh Kelompok Diskusi Wartawan (KDW) Provinsi Jateng.

Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko mengatakan, UMKM harus memiliki daya saing yang tinggi. Pasar bebas yang terjadi di dalam MEA 2015 menuntut teknologi tinggi juga dibutuhlan dalam membentuk market yang kondusif dalam persaingan pasar. Tak dipungkiri, kebutuhan teknologi sangat berperan besar dalam memberikan informasi produk milik UMKM.

Bacaan Lainnya

“Pencanangan MEA 2015 berdampak pada pasar bebas, dimana instrumennya antara lain sudah tak adanya hambatan tarif atau biaya masuk ke dalam suatu negara di Asia,” ungkap Heru dalam diskusinya di Gedung UMKM Center Jalan Setyabudi, Selasa (24/3).

Selain perubahan sistim yang cenderung lebih bebas, kata Heru, UMKM juga harus menghadapi tantangan jaringan. Para praktisi UMKM dituntut memiliki mitra produk mancanegara. Sebab itulah semua stake holder harus berperan aktif dalam mengembangkan sumber daya UMKM yang ada di Jateng, terutama pihak perbankan dan pemerintah.

Masalah demografi kependudukan di Indonesia disinyalir juga harus ditekankan dengan mencintai produk lokal. Pasalnya, jumlah penduduk di Indonesia kian berkembang namun tak memiliki daya untuk memenuhi sendiri kebutuhannya sehingga terjadi impor. Hal itulah yang akan membuat UMKM

Direktur Pemasaran Bank Jateng Agus Siswanto menambahkan, peranna Bank Jateng selama ini dalam mengelola UMKM sudah memiliki pencapaian besar. Tak dipungkiri, UMKM yang menjadi binaannya pun kini sudah bisa mandiri. Dalam bank yang dikelolanya, pihaknya memberikan kredit lunak untuk pengembangan modal dan usaha.

“Untuk mengendalikan bank sehat, maka kontribusi pada pembangunan harus serta merta, kami juga memberikan defiden, artinya kita harus bagi-bagi kepada masyarakat. Kalau kita memang maunya komersil di kaki kanan, maka bantuan untuk masyarakat juga harus diimbangi pada kaki kiri. Sehingga kakinya tidak besar sebelah,” ungkap Agus.

Dalam FGD dihadiri para pembicara yakni Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pemprov Jateng Gayatri, Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono, dan Direktur Pemasaran Bank Jateng Agus Siswanto. (JN01)

Editor : Iwud

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *