Terapkan Sistem e-Budgeting, Ribuan Usulan Masyarakat Jateng Terancam Tak Terakomodir

  • Whatsapp

jatengSEMARANG, Jowonews.com – Tahun 2016 penerapan sisyem penganggaran elektronik atau e-Budgeting akan dimulai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov) Jateng. Sistem ini meliputi aplikasi berbasis web rembuganjateng.info, untuk menampung usulan/masukan seluruh masyarakat jateng termasuk di dalamnya hasil reses DPRD.

Sistem rembuganjateng.info digunakan untuk mengidentifikasi seluruh masukan SKPD provinsi, Kab/Kota, DPRD dan masyarakat dalam penentuan prioritas pembangunan daerah.

Bacaan Lainnya

Sistem rembuganjateng.info, dikelola oleh Bappeda Prov Jateng. Sekarang dipastian juga sudah berjalan. Semua SKPD sudah diminta untuk menginput data jenis kegiatan dan anggarannya ke sistem rembuganjateng.info. Dan sekarang ini masih terus berjalan.

Sementara khusus untuk usulan dari DPRD Jateng, ditunggu sampa Senin (24/3) pukul 24.00 WIB. Setelah itu dikunci dan tidak bisa memasukkan usulan lagi.

Menurut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, sampai Minggu (22/3) kemarin, kalau semua usulan diakomodir nilai anggarannya mencapai Rp 400 T. Tapi uang yang dimiliki pemprov Jateng diperkirakan hanya sekitar Rp 19 T. Sehingga tidak akan cukup mengakomodir semua kegiatan itu.

“Sudah sejak beberapa hari lalu penginputan data usulan dilakukan. Kalau semua diakomodir ada 400 triliun jumlah anggarannya. Duwite dewe sesok kiro-kiro cuma (uang kita besok kira-kira hanya,red) Rp 19 miliar,”ungkapnya.

Untuk mengatasi itu, akan dilakukan musrenbang menentukan mana yang akan menjadi sekala prioritas pembangunan 2016.

Gubernur sendiri mempunyai pemikiran yang menjadi skala prioritas adalah sektor kemiskinan yang tinggi, sisi perumahan, pendidikan, kesehatan. “Menurut saya ini penting. Selebihnya sektoralnya mendukung pemberdayaan. Kalau ini dipahami, anggarannya harus didorong kesana,”katanya.

Gubernur juga berharap pembangunan infrastruktur didorong sampai daerah-daerah. “Kalau besok saya tambahi anggaran, kabupaten/kota harus ikut mendorong. Saya lihat kemarin di Kendal buruk, Blora buruk, Rembang juga buruk. Cilacap juga buruk. Kalau mereka tidak tingkatkan anggaran kan repot,”paparnya.

“Jadi harapan saya bankeu nanti lebih terarah soal infrastruktur,”tambahnya.

Menurut Gubernur, dirinya membawa data semua hasil musrenbang dari tingkat desa. Sampai Minggu malam jumlahnya Rp 400 T “Nanti tinggal ngasih tahu, segini lho anggarannya. Kalau semua diakomodir, tinggal membuat skala prioritas,”tukasnya.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *