Rombongan Gubernur Dihadang di Tanjung Bonang

  • Whatsapp

    
REMBANG, Jowonews.com -Reaksi masyarakat Rembang terhadap desakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghentikan operasional Pelabuhan Tanjung Bonang yang dinyatakan ilegal semakin keras. Sejumlah warga bahkan nekat menghadang rombongan Gubernur saat melintas di Jalur Pantura depan pelabuhan setempat, Rabu (25/3) sekitar pukul 16.00 WIB.
Sebuah mobil Mitsubishi Strada putih terlihat diparkir di tengah jalan. Di dekatnya berdiri seorang pria mengenakan topi dan rompi coklat. Seratus meter ke barat, seorang pria melambaikan ranting pohon tanda peringatan.
Selang beberapa saat, dari kejauhan sedan Patroli Polres Rembang yang mengkawal rombongan Gubernur Ganjar Pranowo membunyikan sirene, isyarat untuk tidak menghalangi jalan. Namun pria itu bergeming. Dia mengarahkan rombongan untuk memasuki lokasi pelabuhan. Namun setelah banting setir ke kanan melewati bahu jalan, rombongan lolos dari hadangan.
Satu jam sebelumnya, 
wartawan mendapat informasi melalui pesan singkat, bahwa Gubernur Ganjar Pranowo akan meninjau lokasi pelabuhan. “Sudah sampai Batangan Pati, mas,” isi pesan tersebut. Wartawan pun segera meluncur ke Timur.
Namun ternyata kunjungan Gubernur bukan dalam rangka meninjau pelabuhan, melainkan untuk menghadiri sebuah acara di Pondok Pesantren asuhan KH Maimoen Zubair al-Anwar di Kecamatan Sarang.
Pengirim SMS ternyata sudah bersiap di lokasi, menggunakan alat komunikasi seadanya, menyiapkan aksi menghadang rombongan Gubernur.
“Kami ingin Ganjar melihat langsung aktivitas di Tanjung Bonang. Karena terakhir kali ber-statement di media, dia tidak tahu adanya operasional di sini,” tegasnya saat dimintai konfirmasi Jateng Pos di lokasi penghadangan.
“Kami hanya minta pernyataan dari Gubernur, khususnya terkait legalitas pelabuhan,” imbuhnya.
Dia pun menegaskan, tak sedikit warga sekitar, khususnya yang bekerja di sektor tambang,yang smendapat manfaat ekonomi yang luar biasa dari beroperasinya tanjung bonang sejak 2011 lalu. “Seharusnya pemerintah provinsi menawarkan solusi konkrit, jangan asal menghentikan (operasional), karena ini menyangkut hajat hidup masyarakat banyak,” pintanya.
Hingga Rabu (25/3) petang, sejumlah kendaraan aparat kepolisian masih berjaga-jaga di jalur pantura tepat di depan pelabuhan Tanjung Bonang Sedangkan rombongan Gubernur belum tampak kembali ke arah barat menuju Semarang.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *