Djarum Foundation Bantu Buka Prodi Pelayaran di SMK Wisuda Karya

  • Whatsapp

djarum041Kudus, Jowonews.com – Perusahaan rokok terbesar di Indonesia, Djarum Foundation bersama PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesi (SMBCI) dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) membantu SMK Wisudha Karya Kudus membuka program studi pelayaran. Pada tahap awal, mereka melakukan inisiatif bersama dengan membuka dua paket keahlian pada program studi pelayaran diSMK Wisudha Karya, Kudus,  Jawa Tengah, yaitu paket keahlian Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga.    
Diketahui, seluruh paket keahlian pada program studi ini mengacu pada standard kurikulum dari International Maritime Organization (IMO).    
  
“Penandatangan MoU dengan Djarum Foundation ini membuktikan komitmen kami terhadap pembangunan berkelanjutan di bidang sosial di Indonesia yang merupakan salah satu negara utama tujuan investasi kami dan di mana kami pun bertujuan untuk mewujudkan full banking service,” ujar Masayuki Shimura, Presiden Komisaris SMBCI dan Managing Director, Head of Asia Pacific Division andEmerging Market Business Division SMBC ditemui usai peresmian pembukaan jurusan pelayaran SMK Wisudha Karya Kudus, Kamis (26/3/2015).

Di awal kerja sama ini, kata dia, pihaknnya mendukung pembangunan sumber daya manusi agar menjadi tenaga kerja professional dan berkualitas, melalui dukungan kami pada sekolah kejuruan.    
  
Acara penandatanganan MoU dan peresmian program studi pelayaran di SMK Wisudha Karya ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 26 Maret 2015. Selain perwakilan dari SMB dan Djarum Foundation, hadir pula Musthofa selaku Bupati Kudus dan Capt. Weku Frederik Karuntu Kepala Sub Divisi Kepelautan dari Kementerian Perhubungan RI.
  
SMK Wisudha Karya menjadi satu-satunya sekolah pelayaran tingkat SMK di Indonesia yang memiliki fasilitas Full Mission Bridge Simulator. 

Bacaan Lainnya

Sekolah ini mempersiapkan perwira muda di bidang navigasi kapal niaga melalui paket keahlian Nautika Kapal Niaga. Para calon perwira muda ini dibekali dengan dasar ilmu kepelautan selama 3 tahun, ditambah dengan praktek kerja selama 1 tahun. Lulusannya akan mendapatkan sertifikat Ahli Nautika Tingkat IV, atau Certificate of Competency Class 4 yang diakui dunia internasional.   

Paket keahlian lainnnya adalah Teknika Kapal Niaga. Dilengkapi dengan ruang mesin kapal, para calon perwira muda disiapkan untuk menjadi ahli pemesinan kapal niaga. Dengan masa studi yang sama, lulusannya akan mendapatkan sertifikat Ahli teknika Tingkat IV, atau Certificate of Competency Class 4 yang diakui dunia internasional.
  
“Djarum Foundation telah melakukan program peningkatan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kudus sejak tahun 2012. Dalam program ini, kami fokus mengembangkan beberapa paket keahlian pilihan pada bidang pekerjaan berpenghasilan tinggi, seperti Teknologi Informasi, Teknik Pemesinan, Kuliner, dan Fashion,” ujar Primadi H. Serad selaku Progam Director Djarum.

Selanjutnya, Primadi mengungkapkan bahwa bidang Pelayaran merupakan salah satu paket keahlian unggulan yang dikembangkan bersama SMBC. “Lulusan SMK Pelayaran yang tersertifikasi bisa mendapatkan gaji 12–15 juta jika bekerja di kapal berbendera Indonesia. Sedangkan di kapal asing mereka bisa mendapatkan gaji awal lebih dari 30 juta rupiah per bulan,” ujarnya.    
  
Dengan dibukanya program studi pelayaran ini, selain dapat mendukung program pemerintah di bidang maritim, juga dapat meningkatkan peran Indonesia sebagai penghubung jalur perdagangan dunia. (JN04)

Editor : Iwud

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *