SMAN 1 Sayung Galakkan Tanam 2 Ribu Batang Mangrove: Jadi Percontohan dan Mitra Sekolah Pantai Indonesia

  • Whatsapp

sman1 sayungDemak, Jowonews.com – Bencana air pasang (rob) dan abrasi yang melanda beberapa desa di wilayah Kecamatan Sayung hingga kini terus merembet ke daerah sekitarnya, termasuk ke Desa Tugu. Bahkan, air rob juga sudah mulai merengsek masuk ke kawasan SMAN 1 Sayung yang berada di desa tersebut. Karena itu, untuk mencegah air rob agar tidak meluas itu, SMAN 1 Sayung ini turut menggalakkan penanaman mangrove.

Bahkan, sekolah ini telah menjadi percontohan dalam mengembangkan hutan bakau di kawasan tersebut. Kepala SMAN 1 Sayung, Dra Siti Asiyah MM mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Demak menanam sedikitnya 2 ribu batang mangrove.

Bacaan Lainnya

Mangrove tersebut difokuskan ditanam dibelakang sekolah yang kini dikelilingi areal pertambakan.

“Suatu kebanggaan bagi kami. Sebab, SMAN 1 Sayung menjadi percontohan penanaman hutan bakau untuk menjaga kelestarian alam.  Selain itu, menjadi satu-satunya sekolah di Demak yang menjadi mitra program Sekolah Pantai Indonesia (SPI). Salah satu programnya adalah penanaman mangrove ini. Sekolah ini juga telah meraih akreditasi A sejak Oktober lalu,”katanya.

Siti Asiyah menambahkan,  sebagai sekolah mitra SPI, maka lembaga pendidikan yang dipimpinnya tersebut juga turut berperan aktif dalam pencatatan curah hujan. Aksi tanam mangrove di SMAN 1 Sayung tersebut diikuti sekitar 500 orang. Terdiri dari para pelajar, guru,  aparat TNI dan kepolisian, serta masyarakat Desa Surodadi dan Desa Tugu.

Selain Kepala SMAN 1 Sayung Siti Asiyah, juga ikut menanam Danramil Sayung, Kapten Inf Suparjan, Camat Sayung Widodo, Kabid Kelautan DKP, Suharto, serta Kasi Pemantauan dan Pemulihan Kantor Lingkungan Hidup (KLH), Mohammad Sulkhan.

Kabid Kelautan DKP Demak, Suharto menambahkan, SMAN 1 Sayung telah bersinergi untuk turut menanggulangi bencana rob dan abrasi di wilayah Sayung. Karena itu, para siswa setempat ditraining dan diajari bagaimana melestarikan lingkungan termasuk termasuk dalam melakukan konservasi laut bersama warga pesisir.

“SMAN 1 Sayung yang berada di Desa Tugu ini menjadi benteng terakhir dalam menanggulangi abrasi. Sebab, Desa Tugu ini menjadi penyangga Desa Timbulsloko yang lebih dulu terkena dampak rob dan abrasi,”katanya.

Menurutnya, air asin yang sewaktu-waktu naik ke permukaan itu juga sudah menerjang Desa Sidogemah dan Gemulak yang juga berdekatan dengan Desa Tugu.

Selain SMAN 1 Sayung, sekolah lain yang ikut terlibat menjadi relawan adalah SMAN 1 Mijen, Kecamatan Mijen serta SMK Nusantara. “Mereka turut berpartisipasi dalam mengatasi rob dan abrasi,”katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *