Lagi, Petani Gropyokan Basmi Tikus

  • Whatsapp

hama-tikus-sawah

DEMAK, Jowonews.com – Serangan tikus di Desa Surodadi, Kecamatan Dempet makin mengganas. Tanaman yang baru berusia 21 hingga 25 hari itu mulai menjadi sasaran empuk hama pengerat tersebut. Setidaknya, tercatat ada 153 hektare sawah di Desa Surodadi yang sudah dirambah tikus. Meski demikian, serangan tikus masih tergolong ringan. Karena itu, untuk mencegah agar serangan tidak meluas, sekitar 650 petani yang terbagi dalam 4 kelompok tani dan 1 gabungan kelompok tani (gapoktan) kompak bersama-sama melakukan gropyokan tikus. Dengan membawa alat yang telah disiapkan, mereka menyebar ke 13 titik di areal pesawahan diwilayah desa tersebut. Para petani selain memakai pacul juga obat khusus pembasmi tikus dengan bahan dari petasan yang disebut tiran atau alpostraat. Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Surodadi, Anwar Slamet Widodo mengatakan, tikus mulai menyerang tanaman padi sudah sejak sepekan lalu. Jika tidak segera ditangani, maka hama tikus makin banyak dengan serangan yang massif atau meluas.  Sebetulnya, kata dia, untuk membasmi tikus di desa tersebut petani sudah beternak burung hantu. Bahkan, telah tersedia sebanyak 16 rumah burung hantu (rubuha). Meski demikian, burung hantu belum bisa maksimal dalam memburu tikus. “Rubuha ini didirikan dari hasil swadaya masyarakat. Nilainya Rp 1.050.000 per rubuha. Jumlah rubuha ini masih kurang. Idealnya, 1 hektare 2 rubuha,”katanya. Pj Kades Surodadi, Sofi’i mengungkapkan, petani didesanya telah mendapatkan sebanyak 4 karung yang berisi 3.600 batang obat tikus dari Dinas Pertanian (Dispertan). Obat yang memunculkan asap tersebut digunakan untuk membunuh tikus hingga habis. “Kalau dibiarkan, tikus ini bisa merusak tanaman dan mengganggu produksi padi. Apalagi, hasil produksi padi di desa ini kalau panen bisa mencapai antara 9 hingga 10 ton per hektare,”katanya. Menurutnya, areal persawahan di desa tersebut selama ini dialiri air dari sungai. Yaitu, menyedot air dengan mesin diesel sekitar 80 persen dan 20 persen dari air hujan. Kepala Dispertan Demak, Ir Wibowo melalui Sekretarisnya, Wiwin Edi Widodo mengatakan, selain tikus, kini petani sedang mewaspadai serangan hama wereng dan hama penggerek batang. “Kita akan terus adakan gerakan gropyokan tikus secara massal dibantu anggota TNI dari Kodim 0716 Demak,”jelasnya. Danramil Dempet, Kapten Inf Edy Sumarso mengatakan, aparat TNI dari Koramil Dempet siap terjung langsung membantu petani membasmi tikus ini. “Kita ada 12 personel TNI,”katanya.(JN01)

Bacaan Lainnya

 

GRAFIS:

Cara dan siklus tikus berkembang biak dengan cepat:

–          Setahun tikus betina bisa melahirkan hingga 4 kali

–          Tikus dewas berkembang biak umur 2 bulan. Lalu, kelahiran dimulai umur 3 bulan dengan jumlah anak rata-rata 8 ekor/induk sekali melahirkan.

–          Dalam kondisi baik, sepasang tikus dalam satu tahun dapat berkembang antara 900 hingga 1270 ekor

–          Anak tikus sudah mulai menjadi hama pengerat umur 3 minggu.

–          Sehari setelah melahirkan, tikus sudah siap kawin lagi. Masa birahi 4 sampai 5 hari. Masa hamil 21 hari. Masa menyusui anak 21 hari.

–          Anak tikus lahir antara 8 hingga 12 ekor.

–          Tikus yang dipelihara dalam kurungan umurnya bisa sampai 5 tahun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Tikus sawah dapat dikendalikan
    Kami telah berpengalaman lebih 15 tahun dalam mengendalikan hama ini
    Saat ini, kami juga telah menyediakan jasa konsultan pengendalian tikus sawah, hingga pelatihan dan praktek langsung pengendalian di lapangan
    Apabila berminat, bisa menghubungi kami di 0815 607 1902
    Demikian, semoga bermanfaat