PKB-NU Sragen Rukun

  • Whatsapp

 

wpid-08-00-23-partai-pkb.png

Bacaan Lainnya

SRAGEN, Jowonews.com – DPC PKB Sragen mengklaim tak terjadi gejolak antara internal
pertainya dengan Pengurus Cabang (PC) Nahdatul Ulama (NU) menjelang
Pilkada di bumi Sukowati. Ketua DPC PKB Sragen Mukafi Fadli
memastitkan hubungan keduanya maupun warga nahdliyin kondusif dan tak
terpecah akibat Pilkada.
”Fenomena tentang keretakan hubungan tidak ada. Sragen contoh
miniatur hubungan yang harmonis PKB dengan NU di Jateng. Apapapun yang
PKB kerjakan, NU mendukung dan sebaliknya,” kata Mukafi kepada
wartawan, Jumat (27/3).
Sebelumnya, berhembus kabar rencana koalisi PKB dengan Partai Golkar
tak sepenuhnya mendapat dukungan dari warga nahdliyin yang notabene
sebagai massa terbesar partai tersebut. Selain itu, wakil ketua PC NU
Muhammad Fadlan merapat ke kubu PDI Perjuangan. Juga pimpinan PC NU
Sragen Agus Budiharto juga menjadi kandidat kuat diusung koalisi
parpol.
Mukafi sendiri mengapresiasi rencana majunya Agus Budiharto dalam
proses Pilkada. Sebab, meningkatnya julah kursi parlemen lewat PKB
merupakan keberhasilan PC NU dan warga nahdliyin sebagai penyokong
utama suara.
”Dalam manifestasi dinamika politik kami mengapresiasi keinginan Agus
Budiharto terjun ke dunia politik. Silahkan warga NU mendaftar ke
partai lain. Prinsipnya NU ada di mana-mana tapi tidak ke mana-mana,”
ujar dia.
Selain itu, PKB Sragen resmi membuka pendaftaran calon bupati (cabub)
guna menghadapi Pilkada, 9 Desember mendatang. Ketua Desk Pilkada
Rahmad Arif mengatakan, keputusan pembukaan pendaftaran berdasar
petunjuk dan mekanisme partai di DPP PKB.
Dijelaskan,  pendaftaran akan dibuka mulai 30 Maret sampai 5 April
bertempat di kantor sekretariat DPC PKB. Nantinya pendaftar baik dari
internal maupun eksternal partai bisa mendaftarkan diri.
”Kalau persyaratan administrasi mungkin sama dengan partai-partai
lain yang juga membuka pendaftaran,” paparnya.
Namun, keputusan rekomendasi calon, lanjut dia, mutlak wewenang DPP
PKB. Nantinya semua pendaftar akan diajukan ke DPP PKB untuk
dimintakan rekomendasi. Begitu rekomendasi sudah keluar, seluruh kader
harus mendukung dan mengamankan.
”Apakah dari internal atau eksternal, nama yang direkomendasi harus
didukung semua warga Nahdliyin,” tandasnya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *