Tanggungan PJU Capai Rp 14 Miliar: BLH Ajukan 2000 Lampu Solar Sel

  • Whatsapp

ilustrasi listrikSRAGEN, Jowonews.com – Sebanyak 2000 penerangan jalan umum (PJU) sistem solar sel diusulkan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sragen ke Kementerian Lingkungan Hidup.

Kepala BLH Sragen, Tasripin mengatakan, akan lebih efisien jika menggunakan sumber energi dari matahari tersebut. ”Kami akui jumlah PJU, saat ini sangat terbatas, masyarakat di bagian desa banyak yang belum menikmati. Hanya di daerah perkotaan dan di pinggiran kota saja. Dengan menggunakan energi solar sel ini, maka PJU
lagi tergantung pada jaringan listrik,” kata Tasripin, Minggu (29/3).

Bacaan Lainnya

Saat ini, puluhan lampu di jalan perkotaan sudah menggunakan solar sel. Dibandingkan sarana serupa yang menggunakan daya listrik, potensi penghematan energi dapat dilakukan. Hanya saja, lanjut dia, pengadaan
PJU solar sel lebih mahal dan membutuhkan penanganan khusus. Sebab, satu tiang PJU solar sel biaya pengadaannya mencapai Rp 35 juta. Sedangkan PJU biasa mungkin mendekati separuhnya.

Teknis pemasangannya, satu PJU solar sel membutuhkan sekitar tiga hari untuk mengisi daya dari penyerapan sinar  matahari. Energi listrik yang terserap dari panel akan disimpan di aki yang terdapat padamasing- masing tiang.

Menurutnya, pemakai tehnologi konfensional listrik terhadap PJU, hanya akan membebani daerah. Pajak yang dibayar masyarakat ke daerah itu masih perlu ditambah untuk tagihan PLN untuk PJU. ”Kalau sudah memakai energi solar sell nantinya, beban itu tidak akan lagi ada, bahkan pembayaran yang didapat dari bisa dialokasikan ke
lainnya, sebagai kesejahtraan masyarakat,” ujarnya.

Disisi lain, pembayaran penerangan jalan umum (PJU) selama satu tahun 2015, pemkab Sragen siapkan anggaran Rp 14 miliar. Anggaran tersebut naik Rp 2 miliar, dari tahun sebelumnya yang dipatok Rp 12 miliar.

Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) Untung Sugihartono mengatakan, penyiapan anggaran PJU memang naik, lantaran tahun sebelumnya tidak mencukupi untuk membayar rekening PJU di Sragen.

“Bahkan tahun sebelumnya masih terdapat tunggakan sedikitnya Rp 600 juta, maka tingginya biaya rekening listrik PJU dipatok Rp 14 miliar,” jelas Untung.

Kepala UPJ PLN Sragen Sriyanto tunggakan rekening listrik sebesar Rp 1,492 miliar itu merupakan jumlah tagihan dari rekening listrik milik 14.318 pelanggan yang tersebar di tujuh kecamatan di Sragen. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *