Ribuan Masyarakat Jateng Hidup Miskin

  • Whatsapp
Ganjar Pernah Beri AMplop Wartawan. (Foto : IST)
Ganjar Pranowo
Ganjar Pernah Beri AMplop Wartawan. (Foto : IST)
Ganjar Pernah Beri AMplop Wartawan. (Foto : IST)

SEMARANG, Jowonews.com – Penduduk miskin di Jateng ternyata masih sangat tinggi sekali. Pasalnya, dari jumlah penduduk 33,52 juta jiwa, sampai pada bulan September 2014 penduduk miskin mencapai 4.561,83 ribu jiwa. Angka itu berarti 13,58% dari total jumlah penduduk di Jateng.

“Penduduk miskin di Jawa Tengah pada bulan September 2014 tercatat 4.561,83 ribu jiwa atau 13,58 persen dari total penduduk Jawa Tengah,”ungkap Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Ahad (29/3/2015).

Bacaan Lainnya

Fakta tingginya angka penduduk miskin itu disampaikan Gubernur saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur (LKPJ) Jawa Tengah Akhir Tahun Anggaran 2014.

Meski jumlah penduduk miskin mencapai 13,58%, Gubernur mengklaim angka tersebut sudah mengalami penurunan bila dibanding tahun sebelumnya, yaitu 2013. Pada September 2013 menurutnya mencapai 4.811,34 ribu jiwa atau (14,44%). Sehingga ada penurunan sekitar 1%.

“Upaya yang ditempuh untuk menurunkan jumlah penduduk miskin antaralain dengan peningkatan infrastruktur dasar perdesaan melalui bantuan kepada desa. Pembangunan berdimensi kewilayahan khususnya pada desa dengan kategori sangat miskin,”akunya.

Lainnya dilakukan penyusunan konsep rintisan model desa berdikari dan menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi melalui KKN Tematik. “Namun demikian kedepan masih perlu upaya percepatan dalam penurunan angka kemiskinan secara lintas sektoral,”katanya.

Dalam LKPJ yang disampaikannya, Gubernur juga mengaku angka pengangguran di Jateng pada bulan Agustus 2014 mencapai 996,34 ribu orang atau 5,68 %. Gubernur juga mengklaim mengalami penurunan dibanding bulan Agustus 2013.

“Jumlah ini menurun dibanding kondisi Agustus 2013 dengan jumlah pengangguran sebanyak 1,05 juta orang (6,01%),”katanya.

Sedangkan upaya yang telah dilakukan antaralain peningkatan kapasitas ketrampilan tenaga kerja di Balai Latihan Kerja, penyelenggaraan Job Market Fair dan bursa kerja serta meningkatkan jumlah kewirausahaan. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *