PKL Dinilai Hambat Investor Masuk

  • Whatsapp
PKL di Salatiga ditertibkan Satpol PP
PKL di Salatiga ditertibkan Satpol PP
PKL di Salatiga ditertibkan Satpol PP
PKL ditertibkan Satpol PP

KENDAL, Jowonews.com—Penataan pedagang kaki lima (PKL) yang semrawut dinilai menghambat kemajuan investasi di Kendal. Yakni banyak pengusaha yang ingin membangun mall hotel atau bidang usaha lainnya memilih mundur lantaran melihat potensi Kendal yang belum tata ruang yang jelas.

Salah seorang pengusaha d Kendal, Handoko mengatakan jika keberadaan PKL mengganggu lantaran tidak ada penataan yang jelas oleh Pemkab Kendal. diakuinya beberapa pengusaha yang datang melihat  situasi di Kendal memilih mundur dan berinvestasi di daerah lain.

Bacaan Lainnya

“Mereka saya ajak membangun mall atau hotel di Kendal. Tapi saat saya ajak melihat Kaliwungu hingga Weleri ternyata banyak PKL yang semrawut ahirnya mereka mundur,” ujarny disela cofe morning di sejumlah pengusaha di Kendal dengan Pemkab Kendal di Pendopo Kantor Bupati Kendal, kemarin.

Ia sendiri, mengaku ingin membangun hotel bintang dua di Kendal yang letaknya sekitar 100 meter dari Kantor Kodim 0715 Kendal. Tapi ternyata juga kesulitan masalah perizinan lantaran. Yakni maksimal pembangunan gedung bertingkat hanya lima lantai saja. “Sebenarnya saya siap membangun yang lebih besar lagi karena hanya mendapatkan izin,” akunya.

Muhammad Zabidi dari Rumah Sakit Islam (RSI) Weleri Kendal meminta agar Pemkab Kendal segera memperbaiki jalan penghubung Pegandon-Weleri yang kondisinya saat ini rusak parah. Menurutnya, jalan tersebut sangat penting untuk kelancaran arus lalu lintas dan pasien di RSI.

Menaggapi hal itu, Sekda Kendal Bambang Dwiyono mengaku, memang banyak PKL di Kendal yang kurang ditata dengan baik. Dirinya sangat berterima kasih dengan informasi yang diberikan para pengusaha untuk menata dan memajukan Kendal agar lebih baik.

“Masukan dari sejumlah pengusaha tadi menjadi sebuah masukan positif bagi pemkab Kendal. Kami akan meminta Satpol PP untuk menertibkan PKL agar tidak merusak wajah tata kota,” timpalnya.

Semrawutnya PKL ditepi jalan pantura, lantaran sampai saat ini Pemkab belum memiliki tempat untuk menampungnya. Sehingga masih sulit mengondisikan mereka agar mereka tertib dan bersih. “Kami akan mengupayakan untuk mencari tempat agar para PKL bisa berjualan disana sehingga wajah kota kembali bagus,” jelasnya.

Sedangkan untuk masalah rencana pembangunan hotel hotel bintang dua pihaknya sangat mendukung langkah pengusaha. Sebab saat ini di Kendal belum ada hotel yang representatif digunakan untuk kegiatan.

Dikatakan, selama ini jika ada tamu dari Jakarta dan luar daerah lainnya, selalu menginap di Semarang. Halitu karena di Kendal belum ada hotel yang memadai. “Kami sangat mendukung langkah pengusaha untuk membangun hotel yang representatif di Kendal,” jelasnya.

Sekda menjelaskan, membangun hotel berbintang di Kendal potensinya bagus. Pihaknya meminta Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT) untuk mengkaji ulang masalah tinggi gedung. Sebab kendala pembangunan gedung bertingkat itu jika lokasinya dekat dengan bandara padahal Kendal jauh dari bandara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *