Diajak Kerja, MD Ternyata Dijadikan PSK

  • Whatsapp
sejumlah wanita calon TKI turun dari truk polisi setelah diamankan dari sebuah penampungan
sejumlah wanita calon TKI turun dari truk polisi setelah diamankan dari sebuah penampungan
sejumlah wanita calon TKI turun dari truk polisi setelah diamankan dari sebuah penampungan
sejumlah wanita 

PEKALONGAN, Jowonews.com – Harapan MD,16, warga Kuripan Lor Pekalongan Selatan Kota Pekalongan untuk bekerja, ternyata kandas. Bahkan gadis yang masih dibawah umur ini dijikan Pekerja Sex Komersial (PSK).  Dari pengakuan korban, MD, awal mula kejadian pada bulan Februari 2015 dirinya diajak orang bernama Heri,30, warga Landungsari Gg.7 Pekalongan Timur Kota Pekalongan  untuk dicarikan kerja.

Kemudian MD dipertemukan Heri dengan orang bernama Endang Suyanti, 32, warga Sidomulyo Gg.1 Pasirsari Pekalongan Barat Kota oleh Heri. “Heri menjanjikan saya untuk kerja sebagai pelayan warung. Tapi ternyata, saya dipekerjakan dilokalisasi oleh Heri dan Endang,” ucapnya saat dimintai keterengan oleh Radar Semarang di ruang  Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pekalongan Kota, Senin (30/3).

Bacaan Lainnya

“Waktu itu, awalnya saya tidak mau, tapi Heri memaksa karena Endang sudah mendapat tamu. Akhirnya terpaksa saya layani, karena saya butuh kerja,” sesalnya saat didampingi orang tuanya.

MD akhirnya menerima kerja jadi PSK di lokalisasi Dukuh Sidomulyo Kelurahan Pasir Kraton Kramat Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan. Diakui mengakui selama bekerja, setiap melayani tamu mendapat imbalan Rp50 ribu dari Heri.

Kasus eksploitasi anak dibawah umur tersebut terungkap, karena adanya laporan penganiayaan terhadap M. Misbakhul Anam, 21, warga Warungasem RT : 004 / RW : 004 Batang. Dengan TKP yang sama di Dukuh Sidomulyo Gang  1 Kelurahan Pasirsari Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan. Dilaporkan pada Minggu pagi, (29/3) sekira pukul 08.30 WIB.

Dari laporan korban Anam, saat dirinya tidur bareng MD di TKP tiba-tiba didatangi pelaku Umar Mafud alias Sempok, 27, warga Kergon Gg. 11 Pekalongan, Nur Supeno, 40,  warga Kuripan Lor Pekalongan Selatan Kota Pekalongan dan  Andre alias Cieng, 25, warga Podosugih Pekalongan Barat Kota Pekalongan yang merupakan kerabat MD. Karena tidak terima keluarganya diperlakukan seprti itu.

Ketiga pelaku langsung memukul Anam, selanjutnya dia dibawa keluar kamar dan kembali dipukuli lagi oleh pelaku dibagian wajah, dada dan perut. Akibat kejadian tersebut Anam mengalami luka sobek dipelipis sebelah kanan dan kiri, sehingga Anam melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pekalongan Barat. Juga menyertakan saksi Endang Suyanti, 32, warga Sidomulyo Gg.1 Pasirsari Pekalongan Barat Kota Pekalongan yang meruapakan germo dari MD.

Tidak terima dengan pelaporan Anam dan Endang CS, keluarga korban MD, atau pelaku pengeroyokan kembali meloporkan mereka ke Polres Pekalongan Kota pada, Minggu (29/3) sekira pukul 21.00 WIB.

Diungkapkan Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota AKP Bambang Purnomo, tegaskan akan segera mengusut kasus ini sampai tuntas. “Kami masih mencari kedua tersangka Heri dan Endang, karena mereka pangkal permasalahan ini. Mereka telah melakukan trafficking atau eksploitasi anak di bawah umur untuk dijadikan PSK,” terang Bambang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *