Harga BBM Labil Angkutan Umum Bingung Tentukan Tarif

  • Whatsapp

BBM NaikSRAGEN, Jowonews.com – Para awak angkutan umum bingung menentukan tarif, menyusul harga harga bahan bakar minyak (BBM) yang turun naik secara mendadak. Apalagi BBM jenis premium maupun solar sendiri terjadi belum genap satu bulan sudah terjadi kenaikan lagi.

Di Sub Terminal Pasar Bunder Sragen misalnya, Paguyuban Sopir Angkot 02 tak berani menaikkan tarif lantaran labilnya harga BBM. ”Kalau harga bensin labil seperti ini kami juga bingung. Mau menaikkan tarif takut kalau penumpang berkurang. Jika tarif tetap kami rugi karena operasional ikut membengkak,” kata ketua, Paguyupan Sopir Angkot 02, Rahmad, Senin (30/3).

Bacaan Lainnya

Seperti diketahui, mulai awal tahun ini, harga premium tak stabil. Setelah naik dari Rp 6.500/liter menjadi Rp 8.500/liter. Kemudian turun lagi menjadi Rp 7.500/liter, turun lagi Rp 6.700/liter, naik Rp 6.900/liter, sekarang naik menjadi Rp 7.400/liter.

Rahmad mengakatan, tarif angkutan dipatok Rp 4.000 untuk penumpang umum dan Rp 2.000 bagi pelajar. Tarif tersebut masih berpatokan pada kenaikan bbm sebelumnya dan belum mengalami perubahan. ”Idealnya ada kenaikan tarif sekitar Rp 300 sampai Rp 500 sekali jalan. Namun tidak bisa diputuskan sepihak, harus ada kesepakatan bersama,” paparnya.

Sementara sopir lain Suwito hanya bisa pasrah terhadap kenaikan BBM jenis premium yang tidak stabil, sehingga Surat Keputusan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sragen tentang tarif dasar angkutan umum juga sering berubah-ubah.

Tingginya biaya operasional angkutan kota yang dihimpit dengan banyaknya mobil pribadi dan murahnya kredit motor sehingga banyak masyarakat yang memilih bawa motor daripada naik angkot. ”Kalau harga bbm masih naik-turun ya pasti semua bingung. Sekarang tarif angkot dinaikkan, pekan depan bbm turun lagi. Kami jadi kebingunan menentukan tarif,” ujar Suwito.

Terpisah, Kepala Dishubkominfo Sragen, Heru Martono mengaku bakal bertemu dengan organda setempat guna menentukan kenaikan tarif secara resmi. Menurutnya, kenaikan tarif harus diperhitungkan secara cermat agar sopir dan masyarakat tak dirugikan.”Mungkin pekan ini sudah ada pertemuan dan kesepakatan tarif,” tandasnya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *