Serapan Belanja Langsung 8 SKPD Masih Nol

  • Whatsapp
Ilustrasi Uang. (Foto : IST)
Ilustrasi Uang. (Foto : IST)
Ilustrasi Uang. (Foto : IST)
Ilustrasi Uang. (Foto : IST

BOYOLALI, Jowonews.com – Progres serapan APBD 2015 sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemkab Boyolali, pada triwulan pertama masih sangat minim. Terutama untuk belanja langsung pembangunan fisik.

Asisten II Setda Boyolali, Sugiyanto, mengatakan masih minimnya serapan APBD tersebut antara lain karena molornya lelang proyek fisik. Bahkan dari 40 SKPD, terdapat delapan SKPD dengan progres belanja APBD masih 0%. “Itu khusus untuk belanja langsung sampai dengan bulan Februari (2015),” kata Sugiyanto kepada wartawan Senin (30/3).

Bacaan Lainnya

Sedangkan 32 SKPD lainnya sudah mulai melakukan kegiatan. Namun nilai serapannya juga masih minim, yakni rata-rata baru 8,6%. Setiap tiga bulan atau triwulan, Pemkab selalu melakukan evaluasi. Dari evaluasi itu akan diketahui SKPD mana saja yang memiliki progress kerja paling banyak dan serapan APBD tinggi maupun sebaliknya.

Pihaknya memaklumi jika di triwulan pertama tahun ini, masih banyak SKPD yang belum merealisasikan kegiatannya. Menurut dia, penyebabnya antara lain adanya penyesuaian aturan, khususnya untuk pelaksanaan proyek fisik di Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM.

Diharapkan, SKPD yang serapannya masih nol tersebut akhir Maret ini mulai merealisasikan kegiatan-kegiatannya. Sekadar informasi, alokasi belanja langsung APBD Boyolai tahun ini sebesar Rp 563,30 miliar, sementara alokasi belanja tak langsung mencapai Rp 1,278 triliun.

Selain serapan APBD yang masih minim, belanja dari dana alokasi khusus (DAK) pun belum ada realisasi. Pasalnya masih menunggu pencairan dari provinsi. Tahun ini Pemkab Boyolali mendapat DAK dari pemerintah Pusat sebesar Rp 68,322 miliar. Selain itu juga mendapat alokasi bantuan keuangan sebesar Rp Rp 32,460 miliar. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *