Tanjung Bonang Sepi Aktivitas 

  • Whatsapp

wpid-nelayan-morodemak-mengeluh-pelabuhan-nggak-bisa-tampung-kapal-besar.jpgREMBANG, Jowonews.com – Pelabuhan Tanjung Bonang di Sendangmulyo Kecamatan Sluke tampak tidak beroperasi, Senin (30/3) pagi. Tak terlihat aktivitas bongkar muat seperti biasa dari Kapal tongkang pengangkut bahan tambang yang sering bersandar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak Jumat (27/3) lalu. Pada razia yang digelar Polres Rembang hari itu, sejumlah dokumen, kendaraan berat dan karyawan perusahaan diperiksa.
Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Tanjung Bonang Dodi Sambodo mengatakan pelabuhan tetap beroperasi selepas razia. Soal ketiadaan aktivitas di pelabuhan empat hari terakhir, dia enggan berkomentar.

Bacaan Lainnya

“Masih (beroperasi). Maaf saya sedang rapat di Jakarta Mas,” katanya ketika dikonfirmasi Senin (30/3/2015).
Muncul dugaan, pelabuhan tidak beroperasi setelah ada razia polisi terhadap legalitas material tambang dan pengangkutannya ke Tanjung Bonang.

Wakil Ketua DPRD Rembang yang juga warga Desa Sendangmulyo, Gunasih, mengaku baru tahu kalau pelabuhan tak beroperasi selama empat hari ini. “Saya nggak tahu kalau tidak beroperasi. Ini saya di Semarang,” katanya.

Dia mengaku setuju atas penertiban legalitas bahan tambang yang masuk ke pelabuhan. Sebab, bagaimana pun setiap penambang wajib izin dan membayar retribusi kepada daerah. “Memang ada sejumlah penambang yang masih belum berizin. Namun saya tak tahu apakah itu masuk pelabuhan atau tidak,” tandasnya.

Sebelumnya, aparat Kepolisian Resor Rembang memang melakukan razia di Pelabuhan Tanjung Bonang, Jumat (27/3) pagi. Dari razia itu aparat mengamankan sedikitnya delapan truk dump yang mengangkut material tambang ke pelabuhan.

Namun kendaraan yang disinyalir mengangkut bahan tambang tak berizin ini dilepaskan oleh polisi pada malam harinya. Diduga, bahan tambang yang mengalir ke pelabuhan selama ini tak mengantongi izin tambang galian C.
“Soal itu, saya tidak bisa menanggapi. Saya tidak tahu apakah material tambang yang distok di pelabuhan itu legal atau ilegal,” kata Gunasih.

Dia memilih berpikir positif soal tidak beroperasinya pelabuhan dalam empat hari ini. “Bisa jadi memang karena tidak ada kapal yang merapat atau stok sedang penuh,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Rembang Ilyas juga menyatakan tidak mau berspekulasi soal tidak beroperasinya pelabuhan. “Apakah Tanjung Bonang tutup karena perintah dari Pemprov Jateng ataukah karena alasan teknis seperti ketiadaan kapal yang merapat atau stok di pelabuhan sedang penuh, kami nggak mau komentar dulu,” katanya.

Komisi A kini tengah fokus mengurai persoalan saling klaim lahan pelabuhan oleh beberapa investor. Untuk kepentingan ini, pihaknya baru saja ke Gresik untuk belajar ke PT Pelindo III, mengenai kepelabuhanan.
“Hasil kunjungan tersebut baru dibahas di tingkat Pimpinan DPRD, Senin (30/3) siang,” pungkasnya. (JN01)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *