Fakta Ini Memicu Kekhawatiran Nelayan Jepara

  • Whatsapp
Ilustrasi nelayan, foto:www.rmol.co
Ilustrasi nelayan, foto:www.rmol.co
Ilustrasi nelayan, foto:www.rmol.co

JEPARA,Jowonews.com – Nelayan mulai khawatirkan perkembangan investasi bisnis perhotelan dan restoran yang dibangun di tepi pantai. Pasalnya, perkembangan tersebut berpotensi mengurangi area bersandar perahu nelayan.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jepara, Sudiyatno mengingatkan agar Pemkab Jepara mulai berhati-hati dengan lajunya perkembangan investasi tersebut. Pihaknya sadar jika investasi bisnis perhotelan dan restoran mewah di tepi pantai Jepara tersebut memberi pemasukan melimpah bagi Pemkab Jepara.

“Tapi jika yang lebih diuntungkan adalah pemilik modal dan kami dirugikan, tantu kebijakan pembukaan pintu keran investasi di bidang tersebut harus dikaji ulang. Pengetatan peraturan tentu harus dilakukan,” tandasnya, kemarin.

Untuk sementara ini, lanjutnya, keberadaan hotel dan restoran tersebut memang belum memunculkan dampak negatif bagi nelayan. Tapi jika melihat perkembangan laju investasi di tepi pantai beberapa tahun terakhir, serta Pemkab yang “girang” terhadap perkembangan investasi di bidang itu, hal tersebut mengkhawatirkan. Beberapa wilayah seperti Tegalsambi, Telukawur dan Bandengan, sudah padat dengan hotel.

Selain karena potensi lokasi persandaran perahu nelayan semakin sempit, keberadaan hotel dan restoran juga berdampak pada ekologi laut. “Pasalnya, semakin banyak hotel dan restoran, semakin banyak pula limbah yang dibuang. Kebanyakan memang bermuara ke lautan,” tegasnya.

Ia menegaskan, Pemkab perlu mengacu aturan tentang boleh tidaknya mendirikan bangunan di tepi pantai, terlebih sebagai tempat usaha. Menurutnya, memang ada aturan yang menyatakan tegas jika tepi pantai sampai pada jarak tertentu memang tidak diperbolehkan dibangun bangunan untuk kepentingan pribadi. Sebab pada radius tertentu, tepi pantai tersebut merupakan milik publik. “Dengan banyaknya hotel dan tempat usaha lain di tepi pantai, nelayan tentu ewoh menyandarkan perahunya di sana,” katanya.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *