Polemik Pasar Soekarno Berlanjut, Disperindag Melunak

  • Whatsapp
Pasar Ir. Soekarno, Sukoharjo foto: www.indepnews.com
Pasar Ir. Soekarno, Sukoharjo foto: www.indepnews.com
Pasar Ir. Soekarno, Sukoharjo
foto: www.indepnews.com

Sukoharjo, Jowonews.com – Polemik pasar Ir. Soekarno belum menemukan titik terang. Meski Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sukoharjo pernah mengancam akan mengambil kembali kios yang kosong atau belum ditempati pemiliknya. Para pedagang tidak bergeming. Karuan saja disperindag melunak.Disperindag akan mengumpulkan pedagang untuk diajak ‘rembugan’ lagi.

“Kami rencanakan nanti tanggal 7 April bertemu dengan pedagang. Tanggal 7 itu, pas Pak Bupati ada waktu luang. Kami kan kemarin mencari waktu luang Bupati, dapatnya waktunya ya tanggal itu,” Kepala Disperindag Sukoharjo, Bambang Haryanto, Kamis (2/4) kemarin.

Bambang menerangkan, pertemuan pada tanggal 7 April mendatang untuk mengkomunikasikan persoalan banyaknya pedagang di Pasar Ir Soekarno tidak menempati los dan kios yang mereka miliki, padahal Disperindag sudah mengeluarkan suart teguran sebanyak dua kali sejak Senin (9/3) yang lalu. Bahkan surat teguran tersebut disertai ancaman pencabutan surat izin kepemilikan los kios.

“Nanti kita lihat seperti apa. Kami mengumpulkan pedagang untuk diajak berembug enaknya seperti apa terkait persoalan los kios yang tidak mereka tempati. Kita akan dialog dengan pedagang,” kata Bambang.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Kota Sukoharjo (HPPKS), Fajar Purwanto mengatakan, ia pesimis pertemuan Disperindag dengan pedagang di Pendopo pada tanggal 7 April nanti, mampu menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan pedagang.

“Pengalaman dari pertemuan sebelumnya pedagang dengan Bupati, pedagang tidak diberi kesempatan berbicara atau usul. Pedagang hanya diberi aturan aturan saja, Bupati tidak mau mempertimbangkan keinginan pedagang,. Lalu apa hasilnya ? saya pesimis pertemuan tersebut menghasilkan keputusan yang diterima pedagang,” kata Fajar.

Fajar Purwanto mengatakan, lebih terhormat ketika Bupati mengundang pedagang tempatnya di pasar saja sehingga Bupati bisa melihat banyak los kios yang masih kosong sehingga Bupati bisa menjelaskan rencananya untuk membuat ramai Pasar Ir Soekarno. (JN02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *