Banjir dan Longsor Kepung Bandung  

  • Whatsapp
foto : www.semarang.bisnis.com

BANDUNG, Jowonews.com – Hujan deras yang

Banjir akibat tanggul jebol di Jepara
Banjir akibat tanggul jebol di Jepara

mengguyur wilayah Bandung telah menyebabkan longsor dan banjir.

Bacaan Lainnya

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Kabupaten Bandung, longsor terjadi di Kampung Dayeuh Luhur Desa Pangauban RT 01/04 Kecamatan Pacet pada Sabtu (4/4) pukul 14.00 Wib. Akibatnya dua rumah rusak berat. Sedangkan di Kota Bandung, longsor terjadi di Cikarees Kulon RT 01/06 Kel Malabar Kec Lengkong yang disebabkan oleh gerusan Sungai Cikapundung pada puku pukul 16.30 Wib.

“Longsor menimbun satu rumah yang menyebabkan 1 orang tewas (Ling Solihin (70), 1 orang luka berat (Wati/67), dan 3 orang luka ringan (Dika (17), Rian (11), Ucok (12),”ungkapnya kepada Jowonews, Minggu (5/4).
 
Pada waktu yang hampir bersamaan, banjir menggenangi 4 kecamatan di Kab Bandung. Luapan Sungai Citarum dan buruknya drainase menyebabkan banjir menggenangi Kec Baleendah, Bojongsoang, Dayeuhkolot, dan Cileunyi setinggi 70-120 cm.

“Sebanyak 978 jiwa (271 KK) mengungsi di 6 titik pengungsian, diantaranya terdapat 81 jiwa balita,70 jiwa lansia, dan 4 jiwa ibu hamil,”paparnya.
 
BPBD Prov Jawa Barat telah mendistribusikan kebutuhan dasar bagi pengungsi melalui dapur umum lapangan di Gedung Inkanas Kec Baleendah. Penanganan darurat dilakukan bersama BPBD Kab Bandung, TNI, Polri, BWWS Citarum, Satpol PP, PMI, Tagana dan relawan.

Sementara itu penanganan darurat banjir bandang Kab Pasuruan Prov Jatim masih dilakukan oleh BPBD. Daerah yang terdampak adalah Desa Rejo Salam (Kec Pasrepan), Desa Klinter (Kec Kejayaan), Desa Tebas dan Desa Bayangan (Kec Gondangwetan), dan Desa Karangpandan (Kec Rejoso) adalah daerah yang paling parah terkena banjir bandang pada Jumat (3/4) pukul 16.00 Wib .

“Ratusan rumah terendam lumpur 50-100 cm. Di Desa Rejo Salam ada 13 rumah rusak berat dan 20 rumah rusak sedang, dan di Desa Klinter ada 8 rumah rusak berat dan 59 rumah rusak sedang-ringan. Pendataan masih dilakukan,”kata Sutopo.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *