Biaya Pengobatan Korban Penganiayaan Kudus Rp 79 Juta

  • Whatsapp
Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi Penganiayaan

Kudus, Jowonews.com – Setelah dibacakan tuntuntan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) pekan lalu, terdakwa Bripka Lulus Rahardi kasus penganiayaan dan salah tangkat terhadap Kuswanto, kemarin mengajukan pembelaan.

Sidang pembelaan terdakwa membacakan beberapa hal yang sudah dilakukan untuk mempertanggungjawabkan atas kelalainnya yang menyebabkan orang lain terluka. Pada saat membacakannya, terdakwa Lulus menangis karena merasa bersalah kepada anaknya yang baru berusia enam tahun.

Bacaan Lainnya

”Saya terpaksa berbohong kepada anak saya, kalau saya tidak pulang dalam jangka waktu yang belum pasti karena tugas belajar. Setiap kali ada kesempatan telpon anak saya selalu bertanya dan saya sampai bingung menjawabnya,” terangnya.

Dirinya juga sering mendapatkan kiriman surat dari anaknya yang dititipkan ke istrinya. Dia menyesali perbuatannya dan terdakwa mengaku benar-benar tidak ada unsur kesengajaan untuk menyulutkan api kepada Kuswanto.

Lulus juga membeberkan jika sudah menghabiskan uang senilai Rp 79 juta yang dikeluarkan dari kantong pribadinya untuk membantu pengobatan Kuswanto. Dia menanggung biasa pengobatan Kuswanto di rumah sakit hingga pengobatan alternatif.

Dia juga menjelaskan Kuswanto sempat bilang padanya jika pengobatan alternatif lebih murah. Terdakwa mengeluarkan uang senilai Rp 15 juta untuk biaya berobat ke rumah sakit dan delapan juta biaya pembelian obat-obatan herbal.

Pengobatan alternatif, lanjutnya, menghabiskan biaya senilai Rp 6 juta. Belum lagi biaya untuk keluarga Kuswanto senilai Rp 10 juta dan menutup kasusnya mengenai penipuan dan penggelapan motor senilai Rp 10 juta dan belum lain-lainnya.

”Kalau ditotal senilai Rp 79 juta dan pada waktu kesepakatan damai jika kasus ini tidak dilanjutkan lagi pihak Kuswanto juga meminta uang kembali senilai Rp 30 juta, dari satuan saya memenuhinya dan ada surat pernyataan yang ditandatangani ibu dan pengacara Kuswanto,” jelasnya.

Terdakwa berharap dengan apa yang sudah dilakukan sebelum dirinya diproses kembali hingga sampai ke meja hijau, meminta kepada majelis hakim untuk bisa mengurangi tuntutan masa tahanan dari JPU.

Sementara itu, dirinya juga sudah melaksakan hukuman kedisiplinan dari kesatuannya dan ditahan selama 20 hari. Seperti diketahui sebelumnya, terdakwa Lulus dituntut Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang perbuatan mengakibatkan luka-luka berat ancaman hukuman dua tahun dan sidang dilanjutkan Selasa (7/4) agenda pembacaan replik dari JPU menanggapi pembelaan terdakwa. (JN04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *