BPBD: Mayoritas Daerah di Jateng Rawan Bencana

  • Whatsapp
Dewan kunjungi lokasi bencana. (Foto : JN03)
Dewan kunjungi lokasi bencana. (Foto : JN03)
Dewan kunjungi lokasi bencana. (Foto : JN03)
Dewan kunjungi lokasi bencana. (Foto : JN03)

Surakarta, Jowonews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat sebanyak 34 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah merupakan daerah rawan bencana alam. Bencana tersebut dengan rincian empat kabupaten rawan tsunami dan lainnya rawan banjir, tanah longsor, gas beracun, dan angin puting beliung. Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Jateng, Sarwo Pramana pada Forum Komunikasi Wartawan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Wartawan Dalam penanggulangan Bencana” di Solo, Selasa (7/4/2015) kemarin.

Ia mengatakan untuk penanganan masalah ini, setiap kabupaten/kota perlu memiliki BPBD. Di Jawa Tengah yang terdiri dari 35 kabupaten/kota tinggal empat kabupaten/kota yang belum memiliki BPBD. Keempat kabupaten yang belum memiliki BPBD itu yakni Kota Salatiga, Kabupaten Tegal, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Magelang.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan Undang-Undang (UU) No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, setiap daerah wajib memiliki BPBD untuk memaksimalkan pemerintah daerah (Pemda) dalam menangani bencana. Sehingga, pihaknya meminta kepada Pemda yang belum memiliki BPBD untuk segera membentuk. “BPBD ini sangat penting dan wajib dimiliki oleh setiap daerah. Keberadaan BPBD adalah untuk memudahkan Pemda apabila terjadi bencana,” katanya.

Sarwo menyebutkan, kendala kabupaten/kota yang belum membentuk BPBD karena masih menggunakan peraturan bupati (Perbup).

“Kami meminta seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) untuk membentuk sistem komunikasi tanggap darurat melalu jejaring sosial, yakni whatsapp (wa).” Sementara itu, Deputi Penanganan Darurat BNPB, Tri Budiarto mengapresiasi dengan adanya pembuatan sistem jejaring sosial kepada seluruh SKPD. Hal ini dilakukan apabila terjadi bencana di masing-masing daerah dapat segera ditangani. (JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *