Rupiah Anjlok, Ongkos Naik Haji Tetap Bisa Ditekan

  • Whatsapp
fikri2
Semarang, Jowonews.com – Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Drs H A Fikri Faqih, MM menilai bahwa mahalnya ongkos naik haji pada tahun ini masih bisa ditekan. Penekanan ongkos naik haji bisa diambilkan dari berbagai sumber.
Salah satu yang bisa ditekan, menurut pria asal Tegal ini, adalah biaya penerbangan. “Kami melihat ada beberapa elemen yang masih bisa ditekan, misal biaya penerbangan, hal itu bisa dilakukan penekanan mengingat harga minyak dunia sedang turun,” katanya, dalam siaran pers, Rabu (8/4/2015).
Lebih lanjut, Fikri menyampaikan bahwa peluang untuk menurunkan ongkos naik haji kedepan terus terbuka, walaupun terjadi penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah. “Peluang penurunan biaya perjalanan haji terus terbuka mengingat adanya efisiensi penerbangan, pemondokan dan makanan,” tandas juru bicara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR-RI ini.
Terkait Bank, Fikri mengusulkan bahwa Bank yang ditunjuk untuk pelayanan pembayaran haji hendaknya juga menerima pembayaran dalam bentuk dolar.
Sebagaimana diketahui, akibat penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah hingga menembus Rp 13.000, ongkos naik haji dan umrah makin mahal gara-gara dolar AS melambung.
Kementerian Agama (Kemenag) akan memprioritaskan bagi yang belum berhaji sama sekali. Hal itu dilakukan agar antrian menunaikan ibadah rukun Islam kelima itu tidak panjang.
Pemerintah sendiri, pada Februari lalu mengusulkan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2015 turun dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan diusulkan menjadi diusulkan US$ 3.193, dari rata-rata US$ 3.219.
Pada tahun 2014, kisaran biaya naik haji adalah kisaran Rp 39 hingga Rp 41 juta. Adapun kategori plus kisaran Rp 90 juta. Rencananya, bulan April ini BPIH akan diselesaikan.(JN02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *