Tekor Rp 2 M, BPJS Akan Pantau Audit di RS

  • Whatsapp

image

Semarang, Jowonews.com – Dalam perjalanan era Jaminan Sosial Nasional (JSN), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Jateng-DIY ‘tekor’ Rp2 miliyar pada 2014. Pasalnya, premi tak lebih banyak dari pada klaim yang diajukan provider yakni pihak rumah sakit.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Departemen Manajemen Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Jateng-DIY, Veronica Margo.

“Kita tahun lalu menganggarkan Rp7,7 triliyun, tapi realisasinya Rp7,9 Triliyun. Tapi tahun ini kita anggarkan klaim Rp9,5 triliyun. Jadi ya kita ‘tekor’ Rp0,2 triliyun. Kalau yang rugi Rp2 triliyun itu se-Indonesia,” ungkap Veronica usai mengisi workshop ‘Sosialisasi JSN untuk Jurnalis’ bersama Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Semarang di Hotel Horison, Jumat (10/4).

Veronica mengaku, hingga awal 2015 kepesertaan BPJS Kesehatan baru mencapai 21 juta jiwa Jateng-DIY. Dirincikannya, untuk peserta BPJS Kesehatan dengan penerima biaya iuran (PBI) mencapai 15 juta jiwa. Hal itu berarti peserta yang membayar dengan iuran sendiri (non PBI) lebih sedikit ketimbang peserta PBI.

“Di Jateng peserta total ada 19 juta jiwa, dengan PBI 14 juta jiwa. Kalau DIY ada 2 juta jiwa, tapi PBI-nya 1 juta jiwa,” imbuh Veronica.

Veronica menambahkan, agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan seperti tekor dan lain sebagainya, pihaknya secara rutin ikut memantau hasil audit di rumah sakit, khususnya swasta. Pasalnya, praktik mark up biaya kesehatan pasien diindikasikan terjadi.

“Itu nanti akan ada tim anti penggelembungan dana, dalam audit klaim. Jadi tindakan penipuan, kecurangan, dan sebagainya, nanti akan ada tindakan. Kita sebisa mungkin melakukan pencegahan. Kan tiap tahun rumah sakit diaudit, jadi bisa diketahui,” terang Veronica.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *