F PKS Jateng: Penyalahgunaan Narkoba itu Taruhannya Masa Depan Bangsa  

  • Whatsapp

image

Semarang, Jowonews.com – Penyalahgunaan narkoba yang semakin marak di masyarakat membuat keprihatinan sendiri kalangan DPRD Jateng, khusunya fraksi PKS. Karsono, S. Pi, ketua fraksi PKS DPRD Jateng menyatakan bahwa penyalahgunaan narkoba bukan hanya soal hukum dan kriminal, lebih jauh tentang masa depan bangsa.

 “BNN memprediksi tahun 2015 ini pengguna narkoba hingga 5,2 juta jiwa, sedangkan angka itu sebagian besar adalah mereka yang ada di usia produktif, bisa dibayangkan dampaknya bagi bangsa ini, “katanya.

                Hak tersebut disampaikan Karsono di sela sela tes urine untuk anggota F PKS DPRD Jateng terhadap penyalahgunaan narkoba.  Tes Urine digelar di Ruang F PKS DPRD Propinsi gedung berlian lantai 5 (13/ 04), kerjasama antara F PKS DPRD Jateng dengan BNN Jateng.  Nampak hadir semua anggota F PKS dan seluruhnya diperiksa tanpa kecuali.

                Selanjutnya Karsono menyatakan bahwa perlu ada pemisah yang jelas antara pemakai dan pengedar. Hal ini penting agar setiap orang yang terlibat dalam kasus narkoba mendapatkan perlakuan sesuai dengan kadar kesalahannya sehingga produktif. Karsono berpendapat, tidak semua orang yang terlibat dalam kasus narkoba harus dipenjara, kecuali dia benar benar pengedar. Kalau pemakai maka harus direhabilitasi hingga sembuh.

“Lha kalo pengedar jangan ada ampun, hukum berat,” katanya.

                Ditempat yang sama, Ahmadi, wakil ketua DPRD Propinsi Jateng mengapresiasi kegiatan yang di inisiasi fraksinya tersebut. Ahmadi menyatakan bahwa kegiatan ini bisa dimaknai sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan atas peredaran narkoba yang kian marak saat ini. Ahmadi berharap semua pihak menggalakkan gerakan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

“Kita sadar soal narkoba ini sudah akut, maka ini aksi mengingatkan, tidak hanya dengan bicara, kami sendiri langsung tes urine,” kata Ahmad.

                Ahmadi yang juga sekretaris umum DPW PKS Jateng tersebut mengatakan bahwa ini bukan kegiatan yang dadakan.  Komitmen PKS terhadap pemberantasan penyalahgunaan narkoba sudah berlangsung sejak lama.

                “Tahun 2011 kami tanda tangan MoU dengan BNN tentang kerjasama pemberantasan penyalahgunaan narkoba, di Magelang kala itu,” ungkap Ahmadi.

                Staff Bidang kerjasama BNNP Jateng Kharis Fachrudin mengatakan bahwa BNNP menyambut baik pihak manapun yang ingin bekerjasama. Mengingat target tahun ini cukup besar dalam hal merehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba.

                “Tahun ini target nasional merehabilitasi 100. 000 korban penyalahgunaan narkoba, untuk Jateng kejatah 4. 439 orang yang harus dientaskan, “ katanya.(JN02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *