Sistem Audit Infrastruktur di Jateng Buruk

  • Whatsapp

image

Semarang, Jowonews.com – Sistem audit infrastruktur di Jawa Tengah sangat buruk dan tidak efektif, amblasnya ruas jalur Ciregol, Brebes, membuktikan hal tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kerusakan kembali terjadi di Pantura barat. Ini menunjukkan jalan Pantura itu sudah tua, sudah ada sejak zaman Daendels. Perlu ada standar operasional untuk memastikan apakah konstruksi masih mantap atau tidak,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso, Senin (13/4).

Bila melihat kondisi ruas jalur Ciregol yang sudah tiga kali ambles, selama ini pemerintah melakukan perbaikan hanya bersifat tambal sulam. Perbaikan belum sampai menyelesaikan akar masalah.

“Melihat kerusakan jalan di Pantura barat, sudah sangat mendesak untuk segera membangun tol Pejagan-Semarang. Karena sekarang nyaris tidak ada jalur alternatif. Nantinya ini akan berimplikasi pada jalan provinsi,” ujarnya.

Padahal saat ini jalan provinsi masih didesain dengan muatan sumbu terberat (MST) 6-8 ton, sedang jalan nasional MST 12 ton. Menurut regulasi harus ada terminal transit untuk memindah barang dari truk besar ke kecil.

“Selama ini tidak ada terminal transit yang dibangun. Jelas nanti jalan provinsi akan terkena dampak kerusakan,” tuturnya.

Menurutnya pemerintah bisa menggunakan jalur alternatif untik memecah jalur Ciregol. Namun sebaiknya jalur alternatif yang merupakan jalan provinsi diperlebar terlebih dulu. “Bisa menggunakan dana bencana pemprov, kita usulkan pada pimpinan DPRD untuk mendahului APBD Perubahan,” paparnya.

Sebetulnya pemprov sudah menganggarkan Rp 164 miliar untuk menangani ruas Brebes-Banyumas dan luar lingkar Kebumen. Hanya jika jalur Ciregol tidak bisa direkonstruksi dan harus dibuatkan jalur baru, itu berarti pemerintah hanya punya waktu efektif sekitar 2 bulan sebelum Lebaran.

Lahan untuk relokasi belum disiapkan oleh pemprov. Sementara pembebasan lahan tidak bisa selesai dalam 2 bulan. “Jadi bisa diperkirakan titik kemacetan saat Lebaran nanti ada di Brebes. Karena sebelum Lebaran Tol Kanci-Cirebon akan dibuka,” tandasnya.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Jateng, Satriyo Hidayat menyatakan, saat ini arus lalu lintas di jalur Ciregol ditutup selama satu minggu akibat ambles. Dinas Bina Marga sedang melakukan perbaikan jalan dengan membuat trase jalan baru di sebelah barat jalan yang longsor, dan mengepras bukit.

Diharapkan, jika tidak ada kendala, maka perkerasan jalan di ruas jalan tersebut sudah bisa dilalui seminggu lagi.

“Kendaraan kecil dilewatkan jalan alternatif Karangsawah-Linggapura, sedang truk dan bus dari arah pantura diarahkan kembali ke pantura. Jika ingin ke arah selatan, kendaraan diarahkan untuk lewat Semarang,” terangnya.

Bagi kendaraan dari arah selatan yang hendak menuju timur atau barat, dapat lewat jalur Purwokerto-Wanareja-Ciamis-Tasikmalaya, atau Magelang-Semarang-Pantura. “Saat ini arus lalu lintas berjalan lancar terkendali, diarahkan oleh Polantas dan Dishub Brebes,” tuturnya.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *