Di Sragen, Spanduk Baliho Balon Kepala Daerah Disabotase

  • Whatsapp

pilkada

Sragen, Jowonews.com – Dugaan sabotase mewarnai pemasangan spanduk sejumlah para bakal calon peserta
pemilihan kepala daerah (pilkada) di Sragen. sejumlah atribut seperti baliho
terpasang di sepanjang jalan proyokol banyak yang raib dan rusak. Hal tersebut hanya terjadi pada balon yang mendaftar melalui PDI P.
Diduga aksi pemrethelan atribut kampanye ini dilakukan oleh lawan
politik calon. Salah satu calon yang mengeluhkan maraknya pemrethelan
spanduk adala Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Bakal calon dari PDI
Perjuangan ini mendapat laporan dari para kader bahwa spanduk
sosialisasi yang terpasang, banyak yang raib.
Menurut Yuni, hilangnya spanduk itu terjadi di belasan titik tempat di
mana spanduknya terpasang. “Kami juga tidak tahu siapa yang mencopot.
Tapi di lapangan memang banyak spanduk yang tiba-tiba hilang. Kami
pastikan yang mencopot bukan petugas Satpol PP,” ujarnya.
Yuni mengaku, raibnya spanduk sosialisasi ini sudah terjadi beberapa
hari terakhir, tidak lama setelah spanduk terpasang. Bahkan ada
spanduk yang baru dipasang, tapi langsung hilang sehari kemudian.
“Untuk sementara kami tidak akan mengganti spanduk yang hilang itu.
Biarlah situasinya kondusif dulu,” jelasnya.
Kehilangan atribut kampanye juga menimpa bakal calon dari PDI
Pejuangan yang lain, Sugiyamto. Sejumlah spanduk sosialisasi yang
terpasang di beberapa titik ikut raib tak berbekas. “Kami menerima
lapoan ada beberapa spanduk hilang. Kami mendesak aparat kepolisian
mengusut aksi pencurian ini,” tandasnya.
Sugiyamto mengaku tidak tahu siapa oknum pelaku pencurian atribut
kampanye tersebut. Yang jelas tidak semua calon mengalami hal
tersebut. “Tidak semua dicuri, hanya beberapa calon saja yang
mengalami,” tambahnya.
Sementara Wakil Ketua PCNU Sragen yang juga salah satu kandidat wakil
bupati (Wabup), Muh Fadlan mengaku tidak akan memasang baliho atau
spanduk sosialisasi. Hal ini dikarenakan maraknya aksi pencurian
atribut kampanye calon beberapa hari terakhir. “Daripada pasang tapi
dicuri orang, mending tidak saja. Kami memilih untuk sosialisasi lewat
pengajian saja,” tuturnya. (JN02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *