Mengaku Koordinasi : Walikota Tegal Sambangi Rumdin Gubernur

  • Whatsapp

Siti-Masita-SoeparnoSEMARANG, Jowonews.com – Walikota Tegal Siti Mashita menyambangi rumah dinas Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Puri Gedeh. Mashita mengaku terus menjalin komunikasi yang baik dengan Wakilnya, Nur Soleh.

Politikus Partai Golkar tersebut akan melakukan pembinaan terhadap para PNS yang mendesaknya mundur.

Bacaan Lainnya

Mengenakan baju batik corak jingga dan tudung, Mashita ditemui Gubernur kurang dari sejam. Ia yang datang lebih dulu didampingi oleh ajudannya, dan mengaku hanya berkoordinasi mengenai pembangunan di Tegal.

“Laporan perkembangan Pemerintah Kota Tegal, yang ikut mendukung program visi-misi Pak Gubernur, dan disambut baik oleh Gubernur,” ungkap Mashita sembari menuju mobil dinasnya, Rabu (15/4) sore.

Saat ditanyakan mengenai desakan para PNS yang menginginkannya mundur, ia mengaku tak akan berbuat banyak selain melakukan pembinaan. “Ya kita lakukan pembinaan saja. Saya memanggil PNS kemarin. Pertemuannya (ada), tapi saya keburu ke Semarang dulu,” imbuh Shita.

Atas hal itulah, pertemuannya dengan para PNS pun menjadi tertunda.

Membahas mengenai komunikasinya dengan Soleh, Mashita bersikukuh mengaku masih menjalin hubungan yang baik. Bahkan ia secara tegas membantah mengurangi tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Soleh.

Menurutnya, sesuai dengan undang-undang, Walikota dan Wakil Walikota memiliki peranan penting untuk pemerintahan di wilayahnya.

“Ah gak ada kayak gitu (mengurangi tupoksi Soleh). Saya dan Kang Soleh baik-baik saja. Wewenang berjalan bagus, Anda bisa baca undang-undangnya,” terang Mashita.

Saat ditanyakan apakah masih ingin menjadi Walikota Tegal bersama Nur Soleh, Mashita mengaku mampu. “Kita dilantik oleh kepemerintahan yang sah loh,” terangnya. Namun, saat ditanyakan mengenai tuntutan Korpri Kota Tegal agar Mashita mundur dan tak bersikap arogan, ia justru berkilah tak tahu maksud pertanyaan wartawan.

“Tuntuan Korpri? Saya tidak ngerti pertanyaan anda,” tutupnya sambil berlalu.

Empat Mata

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terpisah mengatakan, pertemuannya dengan Mashita membicarakan masalah Kota Tegal sekaligus membahas hubungan Pimpinan di sana. Politikus PDIP itu mengaku memberikan wejangan kepada Mashita untuk menyelesaikan masalahnya secara internal. Pihak Pemprov selaku Gubernur siap membantu memperbaiki hubungan antara Mashita dan Soleh agar tak terjadi polarisasi pemerintahan.

Disarankan Gubernur, Mashita diharapkan bertemu dan berbicara empat mata dengan Soleh. Hal itu diakui Gubernur agar tak ada prasangka perpecahan kepemimpinan di Tegal.

“Kalau ada pembelahan (pemerintahan) yang pro Walikota akan mengatakan ‘itu kubunya wakil melawan’. Tapi kalau yang pro Wakil, ‘itu kubu walikota ekslusif’. Benturan pasti,” terang mantan anggota Komisi II itu.

Menyinggung masalah pembinaan PNS yang akan dilakukan oleh Mashita, Ganjar menegaskan membina tak boleh menekan. “Itu tidak boleh ‘dicing’, gak boleh dititeni untuk tidak disenangi. Jangan sampai. Makanya posisi rekonsiliasi antara berjalan,” tutupnya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *