Warga Gabus Pati Kerja Bakti Bersihkan Sampah di Sungai 

  • Whatsapp
Festival Kali Juwana. (Foto: Berita Daerah)
Festival Kali Juwana. (Foto: Berita Daerah)
Festival Kali Juwana. (Foto: Berita Daerah)
Festival Kali Juwana. (Foto: Berita Daerah)

PATI, Jowonews.com-Warga Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus bersama aktivis lingkungan dan sejumlah elemen masyarakat turun ke sungai untuk membersihkan sampah, Rabu (15/4/2015) kemarin. Aksi tersebut merupakan rangkaian Festival Kali Juwana ke 4 yang digelar Yayasan Society for Health, Education, Environment, and Peace (SHEEP) Indonesia Area Jateng.

Sembari membersihkan sampah, puluhan orang tersebut sekaligus mengampanyekan kepedulian linkungan dan menggugah kesadaran untuk turut menjaga Sungai Juwana. Mengingat, alur sungai besar yang membelah wilayah Kabupaten Pati itu kerap menjadi sasaran pembuangan sampah rumah tangga. Di luar itu, sampah alam berupa ranting dan batang pohon, dedaunan, serta jenis yang lain banyak ditemukan di Sungai Juwana. 
“Sampah di Sungai Juwana selalu ada, dan sekarang semakin banyak sehingga mempercepat pendangkalan. Makanya kami mengajak semua pihak untuk ikut peduli terhadap sungai dengan tidak menjadikannya sebagai tempat pembuangan sampah,” ujar Kepala Desa (Kades) Banjarsari Edi Margiyono.
Dalam kesempatan itu, warga bersama jajaran Koramil Gabus, mahasiswa, nelayan, petani, dan aktivis lingkungan dan kebencanaan dari Yayasan SHEEP bergerak alur Sungai Juwana yang berada di bawah Jembatan Ngantru. Selain memungut sampah yang mengapung, mereka pun menyingkirkan batang dan ranting pohon yang mengumpul di alur tersebut.
Banyaknya sampah tersebut menjadikan sebagian alur sungai di bawah Jembatan Ngantru tampak seperti pulau kecil. Menurut Edi, awalnya sampah yang mengumpul di titik tersebut tidak terlalu banyak. Namun, semakin lama kian menggunung.
“Yang lebih parah lagi, selama ini banyak orang lewat yang mengendarai motor atau mobil sengaja membuang sampah dari atas jembatan,” katanya.
Staf Yayasan SHEEP Husaini mengemukakan, bersih sungai ini merupakan aksi kecil untuk menggugah kesadaran bersama dalam memperlakukan sungai. Dengan turut andil menjaga dan merawat sungai maka masyarakat akan lebih mendapatkan manfaatnya. “Keberadaan Sungai Juwana ini sebuah anugerah. Tetapi bisa menjadi bencana jika perlakuannya sembarangan,” tandasnya. (JN04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *